Energi Juang News, Jakarta – Sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir, PGN Saka Indonesia Pangkah Limited mencanangkan program penanaman 120 ribu bibit mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia.
Aksi konservasi tersebut dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau Desa Pangkahwetan dan dihadiri oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, bersama jajaran PGN Saka, perwakilan pemerintah daerah, serta komunitas lokal. Penanaman perdana dilakukan secara simbolis sebagai bentuk kolaborasi multipihak dalam menjaga ekosistem pesisir.
Baca Juga : ODGJ yang Dievakuasi Dinsos Gresik Didominasi Warga Luar
Wamen Diaz menyatakan bahwa PGN Saka telah memberi contoh positif bagi sektor industri, terutama dalam menanggapi isu perubahan iklim. “Penanaman mangrove ini bukan hanya kegiatan CSR, tetapi merupakan kontribusi nyata industri migas terhadap lingkungan hidup dan mitigasi bencana,” ungkap Diaz, Rabu (18/6/2025).
Direktur Utama PGN Saka, Intan Fauzi, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mendukung pembangunan berkelanjutan. “Kami percaya, kelestarian ekosistem menjadi kunci masa depan industri yang sehat dan lingkungan yang stabil,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari SKK Migas Jabanusa melalui Kus Habib Amrullah. Ia menyebut langkah PGN Saka bisa menjadi rujukan nasional dalam menyatukan program pengembangan masyarakat (PPM) dengan konservasi lingkungan.
Dari Pemprov Jawa Timur, Asisten II Joko Irianto menegaskan bahwa aksi ini sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui program Nawa Bhakti Satya. Ia menyebut gerakan tanam mangrove sebagai bentuk nyata “sedekah oksigen” untuk generasi berikutnya.
Plt Bupati Gresik, Asluchul Alif, turut menyampaikan terima kasih dan menyerahkan piagam penghargaan kepada PGN Saka. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk menekan polusi dan kerusakan di kawasan industri pesisir.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan bibit mangrove secara simbolis kepada empat pihak strategis: Kepala Desa Pangkahwetan, Kepala Desa Banyuurip, HNSI Gresik, dan Pokmaswas. Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan aksi tanam massal oleh seluruh elemen yang hadir.
Redaksi Energi Juang News



