Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaHukumTragedi Mahasiswa Amikom Jogja: Rheza Sendy Pratama Meninggal Penuh Luka

Tragedi Mahasiswa Amikom Jogja: Rheza Sendy Pratama Meninggal Penuh Luka

Energi Juang News, Jakarta– Duka menyelimuti Universitas Amikom Yogyakarta setelah kepergian mahasiswa Ilmu Komunikasi, Rheza Sendy Pratama (21). Ia ditemukan meninggal dengan luka-luka di sekujur tubuhnya. Pihak keluarga bahkan menyebut ada bekas sepatu di tubuh korban.

Jenazah Rheza dimakamkan Minggu sore (31/8) di Padukuhan Jaten, Sendangadi, Mlati, Sleman. Suasana haru menyertai prosesi pemakaman yang dihadiri kerabat dan warga sekitar.

Ayah korban, Yoyon Surono, mengatakan anaknya pamit keluar Sabtu malam. Rheza berpamitan untuk ngopi bersama teman. Namun, Minggu pagi keluarga menerima kabar mengejutkan bahwa Rheza dirawat di RSUP Dr Sardjito.

“Saat saya tiba di rumah sakit, dia sudah terbujur kaku,” kata Yoyon. Ia menuturkan, saat memandikan jenazah, terlihat luka memar di tubuh anaknya. Lehernya patah dan terdapat bekas pijakan sepatu. Namun keluarga memilih tidak melakukan autopsi karena menganggapnya musibah.

Meski begitu, kabar beredar bahwa Rheza ikut dalam aksi unjuk rasa sebelum meninggal. Ketua BEM Amikom, Alvito Afriansyah, menyebut ada video yang menunjukkan sosok mirip Rheza saat kericuhan berlangsung.

Pihak kampus melalui Wakil Rektor, Dr Achmad Fauzi, berjanji melakukan investigasi internal. Ia berharap kepolisian dapat mengungkap kronologi peristiwa ini. “Sebagai mahasiswa Amikom, tentu kami ingin kejelasan kasus ini,” katanya.

Duka juga datang dari Keraton Yogyakarta. GKR Mangkubumi dan GKR Bendara hadir melayat ke rumah duka. Mereka menyampaikan belasungkawa dan mendoakan agar almarhum diterima di sisi Tuhan.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, identifikasi mendalam harus dilakukan demi keadilan.

Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono juga hadir melayat. Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus membuka peluang penyelidikan jika keluarga menghendaki proses hukum. Meski keluarga menolak autopsi, polisi tetap siap melakukan penyidikan bila ada perubahan sikap.

Baca juga :  KPK Sapu Bersih Madiun: Wali Kota dan 14 Orang Kena OTT!

Kapolda juga meminta masyarakat yang memiliki rekaman atau menjadi saksi untuk membantu penyelidikan. Menurutnya, banyak informasi yang beredar masih berasal dari media sosial.

“Kalau nanti keluarga menginginkan, kami siap memproses hukum kasus ini,” tegas Anggoro. Ia menambahkan, masukan dari keluarga akan dijadikan bahan evaluasi Polri dalam menangani demonstrasi di Yogyakarta.

Tragedi ini masih menyisakan pertanyaan besar. Publik menanti kejelasan penyebab kematian mahasiswa yang dikenal aktif itu.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments