Energi Juang News, Bandung– Duka mendalam menyelimuti Bandung. Seorang ibu berinisial EN (34) ditemukan tewas gantung diri setelah diduga meracuni dua anaknya yang masih berusia 9 tahun dan 11 bulan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan belasungkawa. Ia menegaskan, kehilangan ini bukan hanya luka keluarga, tetapi juga luka bangsa.
“Saya sudah menugaskan pejabat Kemenko PMK untuk takziah sekaligus memastikan bantuan cepat diberikan,” ujar Pratikno.
Menurutnya, tragedi ini memperlihatkan beratnya beban perempuan ketika himpitan ekonomi, konflik rumah tangga, dan minimnya dukungan psikososial bertemu dalam satu waktu.
Ia menegaskan, pemerintah melalui Kemenko PMK tengah berkoordinasi dengan Kemenkes, KPPPA, BPJS, serta pemerintah daerah. Fokus utamanya adalah memastikan konseling, perlindungan, dan deteksi dini bisa hadir lebih cepat.
“Pemerintah bekerja keras memperkuat sistem perlindungan keluarga, terutama bagi kelompok rentan,” jelasnya.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Veronica Tan, juga angkat bicara. Ia menilai kasus ini merupakan panggilan darurat untuk semua pihak.
“Tragedi ini memanggil pemerintah, swasta, dan masyarakat agar memperkuat jaringan perlindungan sosial dan dukungan psikologis,” ucap Veronica.
Menurutnya, KemenPPPA sudah mengembangkan layanan SAPA129, mempercepat pembentukan UPTD PPA, hingga mendorong program pemberdayaan ekonomi bagi perempuan.
Namun, Veronica menegaskan langkah itu belum cukup. Kasus EN menjadi alarm bahwa tindakan harus lebih cepat dan berani.
Ia lalu mengirim pesan kepada seluruh ibu di Indonesia. Terutama mereka yang sedang menghadapi tekanan hidup, baik ekonomi maupun rumah tangga.
“Kepada para perempuan, Anda tidak sendirian. Banyak pintu bantuan bisa diketuk,” tegasnya.
Mulai dari layanan SAPA129, dinas PPPA di daerah, hingga komunitas perempuan disebutkan sebagai tempat mencari dukungan.
Veronica juga mengajak sektor swasta dan masyarakat sipil. Menurutnya, akses perempuan pada kesehatan mental, peluang ekonomi, dan perlindungan sosial harus lebih diperkuat.
Tidak boleh ada lagi ibu yang merasa bunuh diri adalah satu-satunya jalan,” pungkasnya.
Tragedi Bandung ini menjadi peringatan keras. Negara harus hadir lebih cepat agar nyawa perempuan dan anak-anak bisa terselamatkan.
Redaksi Energi Juang News



