Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaPergerakanKapolres Bima Dinilai Arogan Hadapi Massa Aksi, Korban Pengeroyokan Dirawat di Puskesmas...

Kapolres Bima Dinilai Arogan Hadapi Massa Aksi, Korban Pengeroyokan Dirawat di Puskesmas Monta

Energi Juang News, Bima – Serikat Pemuda Monta (SPM) mengecam keras tindakan Kapolres Bima yang dinilai arogan saat menangani aksi unjuk rasa di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Alih-alih menenangkan massa, Kapolres justru disebut membentak dan mendorong ibu-ibu, serta memprovokasi massa agar bubar secara paksa.

Kecaman tersebut berawal dari insiden dugaan pengeroyokan oleh oknum Satpol PP terhadap peserta aksi yang hendak melakukan audiensi di Kantor Camat Monta. Beberapa korban bahkan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Monta akibat luka yang dialami.

“Korban pengeroyokan masih dirawat. Seharusnya Kapolres menenangkan massa dan keluarga yang menutup jalan sebagai bentuk protes, bukan malah membubarkan secara paksa hingga membuat suasana makin gaduh. Tidak perlu arogan menghadapi massa sipil,” tegas perwakilan SPM.

Awalnya, massa SPM mendatangi Kantor Camat Monta untuk menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya terkait transparansi dan evaluasi kinerja Plt. Camat Monta. Namun, mereka kecewa karena camat tidak berada di tempat. Massa justru berhadapan dengan Satpol PP, yang kemudian berujung pada dugaan pemukulan disertai ucapan bernuansa SARA.

Sebagai bentuk protes, massa menutup Jalan Lintas Parado–Monta. Aksi ini berlangsung hingga sore hari dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Namun, kehadiran Kapolres di lokasi bukannya meredam, justru menambah ketegangan dengan sikap yang dinilai keras dan tidak humanis.

SPM menegaskan aparat seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif, terlebih ketika berhadapan dengan perempuan dan masyarakat sipil. “Aparat tugasnya melindungi, bukan mengintimidasi. Tindakan arogan hanya memperkeruh suasana dan merugikan warga,” tambah pernyataan SPM.

Hingga malam hari, situasi masih tegang. Massa mendesak kepolisian mengusut tuntas dugaan kekerasan yang dilakukan Satpol PP serta meminta Kapolres Bima mengevaluasi pendekatannya dalam menangani aksi. SPM berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga ada keadilan bagi korban.

Baca juga :  Sambangi DPR,GMNI Desak Pengesahan RUU Perampasan Aset dan Regulasi Pro Rakyat Lainnya

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments