Energi Juang News, Bima– Tindakan aparat kepolisian dalam menangani aksi unjuk rasa di Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, menuai kritik keras. Arjun, kader HMI Gowa Raya, menyebut aparat telah bertindak brutal dan melampaui batas.
“Satu kata: brutal. Pengamanan yang semula kondusif justru berujung pada tindakan represif. Lebih fatal lagi, ini bukan kejadian pertama. Aparat seolah tidak mau belajar dari sejarah bahwa penggunaan kekuatan eksesif hanya merenggut hak asasi manusia, mulai dari hak berkumpul secara damai hingga hak untuk tidak disiksa dan diperlakukan secara tidak manusiawi. Mereka bukan kriminal, melainkan warga yang ingin menyampaikan kritik kepada pejabat dan lembaga negara,” ujar Arjun.
Aksi yang digelar Serikat Pemuda Monta (SPM) awalnya bertujuan menggelar audiensi dengan Plt Camat Monta. Massa menuntut transparansi dan evaluasi kinerja camat. Namun, bukannya mendapat respons positif, massa justru dihadapkan dengan aparat Satpol PP. Ketegangan meningkat hingga berujung pada insiden pengeroyokan terhadap salah satu peserta aksi.
Peristiwa tersebut memicu kemarahan warga. Keluarga korban bersama massa aksi kemudian memblokade jalan sebagai bentuk protes, menuntut agar pelaku pengeroyokan segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Namun, alih-alih menindak pelaku, aparat Polres Bima yang dipimpin langsung Kapolres kembali menunjukkan sikap arogan. Polisi disebut mendorong ibu-ibu peserta aksi serta melontarkan ancaman agar massa segera membubarkan diri.
Arjun menegaskan, aparat seharusnya mengedepankan sikap humanis serta pendekatan objektif ketika berhadapan dengan masyarakat sipil, khususnya perempuan. “Aparat bertugas melindungi, mengayomi, dan mengamankan, bukan malah mengintimidasi,” tegasnya.
Menurutnya, perilaku brutal aparat mencerminkan kegagalan dalam memahami hak dasar warga negara. “Siapapun berhak memprotes melalui unjuk rasa, berhak menggugat, tidak setuju, atau beroposisi. Semua itu dijamin oleh hukum nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Redaksi Energi Juang News



