Selasa, Juni 2, 2026
spot_img
BerandaHukumAnak Disabilitas dan Mahasiswa Jadi Korban Kebrutalan Antek Korporasi di Sihaporas

Anak Disabilitas dan Mahasiswa Jadi Korban Kebrutalan Antek Korporasi di Sihaporas

Energi Juang News, Simalungun– Konflik agraria di tanah adat Sihaporas kembali menelan korban.
Seorang anak penyandang disabilitas, mahasiswa, dan lansia mengalami kekerasan brutal.

Insiden terjadi pada Senin, 22 September 2025, di Desa Sihaporas, Pematang Sidamanik.
Ratusan orang diduga pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL) menyerbu posko warga.

Dimas Ambarita, 17 tahun, penyandang tuna daksa, ikut menjadi korban serangan.
Saat kejadian, ia berlindung bersama mahasiswa, perempuan, dan lansia di posko.

Feny Siregar, mahasiswa IPB University, mengaku dipukul saat melindungi Dimas.
Ia bercerita kepalanya dihantam kayu oleh orang berseragam TPL.

Feny menyebut dirinya dikejar karena memakai jaket kampus IPB University.
Ia juga dipaksa menghapus foto dan video bukti kekerasan di lokasi.

Putri Ambarita, kakak Dimas, mengalami luka serius di kepala, punggung, dan kaki.
Dua lansia, Rosmawati Ambarita (78) dan Delima Sinaga (61), juga dipukul.

Menurut saksi, pekerja TPL membawa pentungan kayu, tameng rotan, dan helm.
Sekitar delapan truk berisi pekerja masuk ke wilayah adat Sihaporas.

Sebanyak 33 warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat kekerasan tersebut.
Warga menduga serangan dilakukan buruh harian, sekuriti, dan orang bayaran.

Pihak IPB University menyatakan keprihatinan atas pemukulan terhadap mahasiswanya.
Rektor Arif Satria berjanji akan mengambil langkah hukum dan investigasi serius.

Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
Mereka memastikan kondisi kesehatan fisik dan mental Feny tetap dipantau.

Konflik tanah adat Sihaporas sudah berlangsung puluhan tahun tanpa penyelesaian.
Sekitar 1.345 hektare tanah adat masuk konsesi PT Toba Pulp Lestari.

Warga menyebut serangan terjadi saat mereka mengajak dialog damai dengan pekerja.
Namun ajakan ditolak, justru dibalas teriakan: “Tidak ada lagi dialog.”

Baca juga :  Banyak Absen di Sidang MK, Anwar Usman Dapat Peringatan

Masyarakat adat menilai aksi ini bentuk intimidasi terhadap hak tanah leluhur.
Mereka menegaskan perjuangan mempertahankan wilayah adat akan terus dilanjutkan.

Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments