Minggu, April 19, 2026
spot_img
BerandaHukumKasus Bullying dan Pelecehan Guncang SMP Jaktim, Anak Influencer Jadi Korban

Kasus Bullying dan Pelecehan Guncang SMP Jaktim, Anak Influencer Jadi Korban

Energi Juang News, Jakarta – Dugaan perundungan dan pelecehan seksual menimpa seorang siswi SMP di Jakarta Timur. Korban berinisial C, anak dari influencer berinisial H, diduga menjadi korban tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh teman sekolahnya sendiri. Saat ini, pihak keluarga tengah menempuh langkah hukum setelah sebelumnya mencoba menyelesaikan secara internal di lingkungan sekolah.

Awal Kasus Terungkap

Influencer H mengungkap bahwa kejadian bermula dari ajakan teman C, berinisial R, untuk merayakan tahun baru bersama. Namun, rencana itu batal karena C memilih berlibur ke Yogyakarta bersama keluarganya.

“Nah kebetulan di tahun baru kemarin itu saya punya ‘plan’, saya bawalah ke Yogya. Nah pas ke Yogya akhirnya anak saya lebih milih pergi sama saya. Anak saya masih belum tahu rencananya dia (R),” ujar H, Rabu (21/1).

Usai libur tahun baru, C mendengar kabar dari teman-temannya bahwa R sempat berencana membius dirinya saat perayaan malam tahun baru. “Ternyata si R ini punya rencana mau ngajak si C, terus mau dibius. Kita tahu arahnya ke mana,” ungkap H.

Ketika dikonfrontasi, R berdalih bahwa semua hanya candaan. “Anak saya langsung tanya, ‘kamu kemarin ngajakin tahun baruan tuh mau ngebius?’ Terus dia bilang, ‘iya, tapi cuma bercanda kok’,” cerita H.

Korban Sering Dirundung Secara Verbal

Tak hanya pelecehan, C juga mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025. Perilaku itu semakin sering terjadi hingga November 2025.

“Dia (R) punya grup cowok-cowok, isinya sekitar 40 orang. Ternyata mereka juga membahas hal tidak pantas tentang anak pertama saya di grup itu,” jelas H.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, menyatakan pihaknya tengah menelusuri laporan tersebut. “Kami masih melakukan pendalaman kasus dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” katanya.

Baca juga :  KPK Tangkap Wamenaker Immanuel Ebenezer dalam OTT Dugaan Pemerasan Sertifikat K3san

Hukuman Dinilai Terlalu Ringan

H mengaku kecewa dengan sanksi yang diberikan sekolah kepada terduga pelaku. R hanya dijatuhi hukuman skors dua hari.

“Apa harus mati dulu baru bisa diproses? Saya bilang gitu ke kepala sekolah,” tutur H dengan nada marah. Ia menambahkan bahwa banyak korban bullying dan pelecehan berujung nekat mengakhiri hidup karena tekanan psikologis.

“Kebetulan anak saya kuat dan akhirnya berani cerita. Tapi dia sudah nangis berhari-hari tanpa saya tahu,” lanjutnya.

Pihak Keluarga Siapkan Laporan Polisi

H menegaskan akan membawa kasus ini ke kepolisian. “Rencana lapor (polisi) itu kemungkinan Jumat (23/1), karena Kamis besok saya akan bertemu pihak keluarga pelaku,” kata H, Kamis (22/1/2026).

Korban Masih Trauma

H menyebut putrinya masih mengalami trauma dan ketakutan setelah peristiwa tersebut. “Sejak pulang dari liburan, dia sering menangis. Waktu saya tanya kenapa, dia cuma bilang ‘nggak apa-apa’,” ujarnya.

Kasus ini membuka kembali sorotan publik terhadap isu bullying dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah, serta pentingnya penanganan tegas agar tidak terulang.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments