Energi Juang News, Tangerang– Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap praktik peredaran narkoba besar. Kali ini, sebuah pabrik sabu tersembunyi di apartemen kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang, berhasil dibongkar. Dua tersangka berinisial IM dan DF ditangkap dalam operasi tersebut.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan, kedua pelaku memiliki peran berbeda. IM bertindak sebagai peracik sabu atau koki, sementara DF bertugas sebagai pemasaran hasil produksi. “Saudara IM ini bertugas sebagai koki, sedangkan DF sebagai marketing yang memasarkan barang haram tersebut,” kata Suyudi kepada wartawan, Sabtu (18/10/2025).
Sosok JN Jadi Target BNN
Yang mengejutkan, IM ternyata belajar meracik sabu dari seorang berinisial JN. Figur misterius ini disebut sebagai “guru” yang mengajarkan teknik pembuatan narkoba. “Dari keterangan IM, dia belajar dari seseorang bernama JN. Ini akan kami dalami dan kejar sampai tuntas,” tegas Suyudi.
BNN menduga JN adalah bagian penting dalam jaringan peredaran narkoba yang kini sedang dipetakan. Hingga kini, tim masih menelusuri peran JN dalam skema produksi sabu di Tangerang.
Residivis Kembali Berulah
Terungkap pula bahwa IM bukan pemain baru. Ia adalah residivis kasus narkotika yang kembali mengulangi perbuatannya. Selama enam bulan terakhir, IM dan DF sudah meraup keuntungan sekitar Rp 1 miliar dari bisnis gelap tersebut.
“Produksi sabu ini sudah berlangsung setengah tahun. Barang haram mereka dipasarkan secara daring menggunakan jaringan pembeli yang sudah terbentuk,” jelas Suyudi.
Para pelaku biasanya menggunakan ponsel untuk bertransaksi. Barang haram ditaruh di lokasi tertentu, lalu pembeli mengambilnya, atau terkadang diserahkan langsung.
Ancaman Hukuman Berat
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1, subsider Pasal 113 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1, dan lebih subsider Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman mereka mulai dari minimal 5 tahun penjara hingga maksimal hukuman mati.
Kasus ini menjadi bukti bahwa jaringan narkoba terus berkembang dengan cara baru, bahkan menggunakan apartemen sebagai lokasi pembuatan sabu. BNN menegaskan akan terus memburu JN dan pihak lain yang terlibat.
Redaksi Energi Juang News



