Energi Juang News, Medan- Pemerintah dan sejumlah pihak bergerak mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara setelah antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Salah satu langkah yang ditempuh ialah melibatkan personel TNI Angkatan Darat untuk membantu kelancaran distribusi hingga kondisi kembali normal.
Kebijakan tersebut memicu perhatian publik setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan prajurit TNI mengemudikan truk tangki milik Pertamina. TNI AD menegaskan keterlibatan personelnya hanya bersifat sementara dan tidak mengambil alih tugas perusahaan.
TNI: Bantuan Bersifat Sementara
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy menjelaskan, pengerahan 18 personel TNI AD dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran distribusi energi, bukan untuk mengambil alih kewenangan Pertamina maupun PT Elnusa Petrofin.
Menurut Sandy, penugasan itu dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama PT Elnusa Petrofin mengajukan permohonan bantuan. Personel yang diterjunkan merupakan prajurit yang memiliki kualifikasi mengemudikan kendaraan berat, termasuk truk.
Ia mengatakan pengalaman penanganan bencana di Sumatera Utara menjadi salah satu pertimbangan. Saat itu, keterbatasan pengemudi kendaraan berat sempat menghambat distribusi logistik dan BBM.
Sandy menegaskan bantuan tersebut hanya berlaku selama proses normalisasi distribusi. Setelah pasokan kembali lancar, personel TNI akan kembali menjalankan tugas pokoknya.
Permohonan bantuan disampaikan PT Elnusa Petrofin melalui surat tertanggal 14 Juli 2026. Surat tersebut mengacu pada Nota Kesepahaman antara PT Pertamina (Persero) dan TNI yang ditandatangani pada 20 September 2022 mengenai optimalisasi sinergi dalam penyelenggaraan pengamanan Objek Vital Nasional Strategis (Obvitnas) dan objek lainnya.
Dalam surat itu dijelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan BBM dan BBK di Sumatera Utara memerlukan dukungan tambahan agar distribusi ke SPBU tetap berlangsung tepat waktu. Dukungan personel dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Juli 2026 atau hingga kondisi distribusi kembali normal.
Pertamina Perkuat Distribusi BBM
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, membenarkan adanya kerja sama dengan Bekang TNI dan Kodam I/Bukit Barisan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat personel Awak Mobil Tangki (AMT) selama proses normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Video yang memperlihatkan prajurit TNI mengemudikan truk tangki sebelumnya ramai dibagikan di media sosial. Unggahan itu menyebut langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi gangguan distribusi BBM di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Penyebab Antrean BBM di Sumut
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang bukan disebabkan kelangkaan stok BBM.
Menurut Bobby, persoalan utama berasal dari terganggunya distribusi akibat penghentian massal pengemudi truk tangki pengangkut BBM. Kondisi itu membuat proses pengiriman ke SPBU tidak berjalan optimal sehingga memicu antrean di berbagai lokasi.
Pemerintah daerah bersama Pertamina dan TNI berharap penambahan personel pengemudi dapat mempercepat distribusi selama masa normalisasi, sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan seperti biasa.
Redaksi Energi Juang News



