Energi Juang News, Jakarta- Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) mendesak pemerintah pusat membatalkan pemotongan anggaran transfer ke daerah (TKD) 2026 sebesar Rp 2,6 triliun demi memperkuat penanganan bencana hidrometeorologi di wilayahnya. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengakui banyak pemerintah daerah menyampaikan aspirasi agar efisiensi anggaran dilonggarkan dan diarahkan untuk kebutuhan bencana.
“Memang banyak aspirasi dari daerah untuk relaksasi efisiensi yang akan dialokasikan untuk bencana,” kata Wamendagri Bima Arya kepada wartawan, Jumat (5/12/2025). Ia menegaskan Kemendagri akan menindaklanjuti permintaan tersebut dengan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait kemungkinan relaksasi anggaran daerah.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk meminta pemotongan TKD 2026 sebesar Rp 2,6 triliun dibatalkan karena dana itu dinilai sangat krusial untuk penanggulangan bencana. Mahyeldi menilai, di tengah upaya penanggulangan dan pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi, Sumbar membutuhkan dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah pusat.
Selain kepada Presiden, Mahyeldi juga mengirim surat kepada Menteri Keuangan agar efisiensi TKD untuk Sumbar dapat dikembalikan ke daerah. Menurutnya, pengembalian alokasi efisiensi itu akan memperkuat penanggulangan, rehabilitasi, dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak di banyak titik terdampak bencana.
Pemprov Sumbar mencatat bencana hidrometeorologi mengakibatkan kerusakan luas, mulai dari permukiman hingga infrastruktur transportasi. Rinciannya, 1.018 rumah rusak berat, 1.787 rumah rusak sedang, 317 unit rumah hilang, 94 jembatan rusak, serta sejumlah ruas jalan kabupaten, provinsi hingga nasional ikut terdampak.
“Fasilitas umum dan rumah masyarakat banyak yang rusak parah. Saat ini fokus kita adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sambil terus membuka akses ke daerah terdampak agar bantuan bisa sampai dengan cepat dan merata,” jelas Mahyeldi, Kamis (4/12/2025).
Redaksi Energi Juang News



