Senin, Maret 16, 2026
spot_img
BerandaDaerahPapua Jadi Lumbung Energi, Prabowo Dorong Sawit-Tebu untuk Hentikan Impor BBM

Papua Jadi Lumbung Energi, Prabowo Dorong Sawit-Tebu untuk Hentikan Impor BBM

Energi Juang News, Jakarta-  Presiden Prabowo Subianto menargetkan Papua menjadi salah satu pusat swasembada energi nasional dengan memaksimalkan sumber daya yang dikelola masyarakat setempat. Dengan cara itu, ketergantungan pada pasokan BBM dari luar daerah diharapkan berkurang dan harga energi di Papua bisa lebih terjangkau.​

Prabowo: Papua Harus Nikmati Hasil Energi Sendiri dan Andalkan Surya–Air di Daerah Terpencil

“Saya kira Papua punya sumber energi yang sangat baik dan Menteri ESDM juga sudah merancang bahwa daerah-daerah Papua harus menikmati hasil daripada energi yang diproduksi di Papua. Di samping itu kita ujungnya nanti daerah-daerah yang sulit kita harus dengan menggunakan tenaga surya atau tenaga air,” kata Prabowo saat memberikan arahan di depan kepala daerah se-Papua, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).​

Baca juga : Prabowo Puji Sawit, Sindir Pihak ‘Nyinyir’: Tanaman Ajaib Penyelamat Energi RI

Ia menuturkan, pemanfaatan tenaga surya dan tenaga air menjadi salah satu kunci untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Papua. Menurutnya, teknologi pembangkit listrik tenaga surya kian murah dan pembangkit listrik tenaga air skala kecil bisa diterapkan di banyak titik. Dengan demikian, daerah tidak perlu lagi sepenuhnya bergantung pada distribusi BBM dari luar yang ongkos logistiknya tinggi.

​Dorongan Sawit, Tebu, dan Singkong di Papua untuk Bahan Bakar Nabati

Prabowo juga mendorong pengembangan komoditas energi nabati di Papua, mulai dari kelapa sawit sebagai bahan baku BBM hingga tebu dan singkong untuk etanol. “Kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit, juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol sehingga kita rencanakan dalam 5 tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri swasembada pangan dan swasembada energi,” ujarnya.​

Target Hemat Ratusan Triliun Rupiah Impor dan Subsidi BBM

Ia menegaskan, jika program swasembada energi ini berjalan, Indonesia berpotensi menghemat ratusan triliun rupiah yang selama ini tersedot untuk subsidi dan impor BBM. Prabowo menyinggung angka impor BBM yang mencapai sekitar Rp 520 triliun per tahun dan menyebut penghematan itu bisa dialirkan untuk pembangunan di daerah. “Bayangkan kalau kita bisa potong setengah, berarti ada ratusan triliun yang bisa kembali ke daerah, tiap kabupaten bisa dapat ruang fiskal besar untuk membangun,” tuturnya.​

Papua Disiapkan Jadi Kawasan Prioritas Energi Terbarukan dan Biofuel

Menurut Prabowo, Papua memiliki posisi strategis dalam peta kemandirian energi karena ketersediaan lahan dan potensi sumber daya alam yang besar. Pemerintah menyiapkan Papua sebagai salah satu kawasan prioritas pengembangan energi terbarukan sekaligus pengolahan bahan bakar nabati. Ia mengajak kepala daerah di Papua agar aktif mengusulkan proyek dan mempercepat realisasi program agar target lima tahun swasembada energi bisa tercapai.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments