Senin, Maret 16, 2026
spot_img
BerandaInternasionalTragedi Musim Dingin Gaza: 21 Anak Jadi Korban Cuaca Beku

Tragedi Musim Dingin Gaza: 21 Anak Jadi Korban Cuaca Beku

Energi Juang News, Gaza- Suhu dingin ekstrem kembali menghantam wilayah Jalur Gaza dan menelan sedikitnya 24 korban jiwa. Dari jumlah itu, 21 di antaranya adalah anak-anak pengungsi yang tak mampu bertahan dalam kondisi cuaca membekukan. Laporan ini disampaikan oleh otoritas lokal Gaza sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (14/1/2026).

Sejak perang antara Hamas dan Israel pecah pada Oktober 2023, ribuan keluarga Palestina hidup di kamp pengungsian tanpa perlindungan yang memadai. Pemerintah Gaza menyebut, tujuh anak meninggal hanya dalam beberapa minggu terakhir akibat cuaca ekstrem yang melanda awal musim dingin ini.

Ribuan Tenda Rusak Diterjang Angin Dingin

Kantor media pemerintah Gaza menyatakan, sekitar 7.000 tenda pengungsian rusak akibat badai dan tekanan udara rendah yang terus melanda wilayah tersebut.
“Semua korban merupakan para pengungsi Palestina yang tinggal di kamp pengungsian paksa,” ujar pernyataan resmi mereka pada Selasa (13/1) waktu setempat.

Baca juga : ICC Tak Gentarkan Banding Israel: Penyelidikan Kejahatan Perang Gaza Lanjut!

Pemerintah Gaza memperingatkan akan adanya “konsekuensi kemanusiaan yang dahsyat” jika suhu yang membekukan terus berlanjut. Kondisi ini diperparah oleh blokade dan serangan udara yang masih terjadi di beberapa titik Jalur Gaza.

Anak-Anak Jadi Korban Paling Rentan

Perang panjang telah menghancurkan ribuan rumah dan memaksa lebih dari 1,5 juta warga Palestina berlindung di kamp seadanya. Anak-anak kini menjadi kelompok paling rentan. Minimnya selimut, pakaian musim dingin, dan alat pemanas membuat mereka berjuang melawan dingin ekstrem tanpa perlindungan yang layak.

Kantor media Gaza menuding Israel bertanggung jawab atas kematian akibat cuaca ini, menyebutnya sebagai bagian dari strategi “pembunuhan perlahan melalui kelaparan dan pengungsian paksa”.

Seruan Mendesak untuk Dunia Internasional

Otoritas Gaza menyerukan kepada dunia internasional, termasuk PBB dan lembaga kemanusiaan, agar segera mengizinkan masuknya bantuan tanpa syarat. Mereka meminta adanya tempat perlindungan yang aman, pasokan pemanas, serta bantuan medis darurat bagi para pengungsi.

Data terbaru menunjukkan lebih dari 71.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, tewas sejak awal perang pada Oktober 2023. Sekitar 171.000 orang lainnya terluka.
Meski gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025, serangan militer Israel masih berlangsung, menewaskan 447 orang dan melukai lebih dari 1.200 lainnya.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments