Minggu, Maret 8, 2026
spot_img
BerandaDaerahTito Klaim 5 Daerah di Sumbar Pulih, Aceh Masih Tertinggal Pascabanjir

Tito Klaim 5 Daerah di Sumbar Pulih, Aceh Masih Tertinggal Pascabanjir

Energi Juang News, Jakarta- Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut lima daerah di Sumatera Barat sudah kembali pulih setelah diterjang banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu. “Itu lima sudah kembali normal,” kata Tito dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin, 26 Januari 2026.

16 dari 19 Daerah di Sumbar Terdampak

Tito berujar, dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, sebanyak 16 wilayah terdampak bencana ekologis. “Itu lima sudah kembali normal,” ujar dia menggarisbawahi progres pemulihan di provinsi itu.

Lima wilayah yang dinilainya sudah pulih tersebut adalah Kabupaten Solok Selatan, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Pesisir Selatan. “Ini hampir semuanya baik meskipun ada beberapa yang kecil-kecil,” kata Tito menggambarkan kondisi terkini di lima daerah itu.

Enam Daerah Lain Mulai Mendekati Normal

Selain lima daerah yang diklaim sudah normal, Tito menyebut masih ada enam kabupaten/kota di Sumatera Barat yang statusnya mendekati normal. Keenam wilayah itu adalah Kota Solok, Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Baca juga : Jakarta Terendam Lagi, 17 RT Kebanjiran

Menurut dia, wilayah-wilayah tersebut terus berproses menuju pemulihan penuh seiring perbaikan akses, layanan publik, dan infrastruktur dasar. Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi disebut berjalan paralel dengan normalisasi aktivitas warga.

Situasi Terkini di Sumatera Utara

Dalam kesempatan yang sama, Tito juga memaparkan kondisi terkini di Provinsi Sumatera Utara yang turut terdampak banjir bandang dan longsor pada penghujung 2025. Menurut Tito, dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, lima daerah sudah kembali normal.

Kelimanya adalah Kota Medan, Kabupaten Nias, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, dan Kabupaten Batu Bara. “Ini hampir sudah normal penuh,” tutur Tito.

Sebanyak 11 kabupaten di Sumatera Utara disebut baru mendekati normal. “Ada yang memerlukan atensi khusus meskipun tidak menafikan tentunya yang lain, yaitu Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara,” ujar Tito.

Hambatan Perbaikan di Tapanuli

Mantan Kepala Kepolisian RI itu mengungkapkan masih ada hambatan perbaikan pada ruas jalan provinsi di Tapanuli Selatan. Kondisi ini membuat proses pemulihan infrastruktur di sejumlah titik belum bisa dikebut sesuai harapan.

Selain persoalan jalan, sungai Batang Tor dan Garoga juga menjadi perhatian pemerintah. “Itu tumpukan sedimentasi masih sangat-sangat banyak di sana. Kalau kita lihat yang perlu atensi sungai itu adalah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, itu yang paling utama,” tutur dia.

Aceh Dinilai Tertinggal dalam Pemulihan

Selain Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Tito juga memaparkan situasi terbaru di Provinsi Aceh. Dari 18 kabupaten/kota yang terdampak di Aceh, hanya satu kabupaten yang sudah pulih, yaitu Kabupaten Aceh Besar.

Sementara itu, sembilan kabupaten/kota tercatat sudah mendekati normal meski belum sepenuhnya pulih. “Aceh ini memang perlu kita bekerja lebih keras lagi karena di Aceh ini yang normal baru satu,” ujar Tito menekankan perlunya perhatian tambahan untuk provinsi tersebut.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments