Energi Juang News, Doha- Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali meningkat setelah pemerintah Qatar mengambil langkah diplomatik keras terhadap perwakilan Iran. Situasi ini berkembang cepat di tengah eskalasi konflik militer yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut.
Qatar Nyatakan Staf Iran Persona Non Grata
Pemerintah Qatar secara resmi mengusir militer, atase keamanan, serta sejumlah staf kedutaan Iran dengan status persona non grata atau orang yang tidak diinginkan.
Dilansir Al Jazeera, Kamis (19/3/2026), Kementerian Luar Negeri Qatar mengumumkan keputusan tersebut melalui pernyataan resmi.
Dalam keterangannya, kementerian menegaskan bahwa para diplomat dan personel militer Iran diminta meninggalkan wilayah Qatar dalam waktu 24 jam. Pemerintah Qatar menilai keputusan ini perlu diambil menyusul serangan berulang yang dikaitkan dengan Iran.
Baca juga : Arab Saudi Usir Para Pejabat Militer Iran
Rentetan Serangan Picu Respons Diplomatik
Ketegangan memuncak setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara tetangga di kawasan Teluk. Serangan itu menargetkan aset militer Amerika Serikat yang tersebar di wilayah Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi.
Aksi militer tersebut disebut sebagai balasan Teheran atas operasi pengeboman yang dilakukan Amerika Serikat bersama sekutunya, Israel, sejak akhir Februari lalu.
Serangan-serangan itu tidak hanya memperkeruh situasi keamanan regional, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa di beberapa negara Teluk. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan strategis tersebut.
Redaksi Energi Juang News



