Energi Juang News, Jakarta – Seorang perempuan asal Banjarnegara membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya saat melakukan pendakian bersama seorang pemandu yang dikenalnya melalui media sosial. Cerita tersebut ramai diperbincangkan warganet setelah korban mengaku mengalami tindakan yang membuatnya trauma selama perjalanan menuju puncak.
Perempuan berinisial F (26), yang kini berdomisili di Purwokerto, menyebut dirinya menyewa jasa seorang pemandu berinisial H (29) asal Grobogan untuk mendampinginya mendaki. Keduanya diketahui berkenalan melalui media sosial sebelum akhirnya sepakat melakukan perjalanan bersama.
Awal Perkenalan hingga Pendakian
F mengaku memilih paket pendakian privat karena jadwalnya tidak memungkinkan untuk bergabung dengan teman-temannya. Menurut dia, H meyakinkannya bahwa dirinya memiliki pengalaman mendampingi pendaki dalam perjalanan privat, termasuk di Gunung Rinjani.
“Kami sempat berkomunikasi melalui X. Saya memang suka mendaki gunung dan saat itu ingin melakukan perjalanan sendiri karena jadwal teman-teman tidak cocok,” ujar F saat dihubungi, Selasa (9/6/2026).
Pada Jumat (29/5), F berangkat dari Purwokerto menuju Yogyakarta dan dijemput oleh H. Setelah itu, keduanya melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor menuju Pos Pendakian Selo di Boyolali.
Selama pendakian, F membawa logistik makanan, sementara H membawa perlengkapan lain, termasuk peralatan berkemah. Mereka kemudian menuju area Sabana 2 jalur pendakian Merbabu via Selo untuk bermalam.
Korban Mengaku Mengalami Pelecehan
Saat berkemah di lokasi tersebut, F mengaku mengalami tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh pemandu yang disewanya. Peristiwa itu disebut terjadi pada malam hari ketika keduanya berada di dalam area perkemahan.
Dalam keterangannya, F mengaku sempat merasa takut dan tidak berdaya untuk meminta pertolongan. Kondisi lokasi tenda yang berada dekat jurang membuatnya semakin khawatir mengambil tindakan saat itu.
“Aku pengin nangis, teriak, kabur, tapi depan tenda aku jurang. Kalau aku teriak, takutnya dikira aku baru nge-freeze,” ungkapnya.
Pulang dalam Kondisi Trauma
Keesokan harinya, F memutuskan segera turun gunung. Dalam perjalanan turun, ia dan H sempat salah jalur sebelum akhirnya mendapat bantuan dari pendaki lain yang menunjukkan arah yang benar.
Setelah kembali ke rumah, F mengaku mengalami trauma. Ia mengatakan kesulitan tidur, merasa gelisah, ketakutan, hingga kehilangan nafsu makan. Bahkan, saat memberikan keterangan kepada media, ia mengaku baru saja selesai menjalani perawatan infus.
F kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya. Kakaknya lantas menemui H dan meminta yang bersangkutan datang ke Purwokerto untuk menyelesaikan persoalan serta menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Redaksi Energi Juang News



