Energi Juang News, Jakarta– Amerika Serikat (AS) memperingatkan Iran soal rencana Israel membunuh Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Peringatan itu disampaikan secara tak langsung, saat keduanya terlibat dalam perundingan dengan AS untuk mengakhiri perang.
Informasi tersebut diungkapkan oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT), dalam laporannya pada Kamis (2/7), dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika yang masih aktif maupun yang sudah tidak menjabat, yang memahami situasi tersebut.
Dilansir TRT World dan The Times of Israel, Jumat (3/7/2026), menurut laporan NYT, peringatan tersebut disampaikan secara tidak langsung oleh AS terhadap negara-negara di kawasan Timur Tengah, yang diminta untuk memperingatkan Iran mengenai rencana pembunuhan oleh Israel tersebut.
Sejumlah pejabat AS, menurut NYT dalam laporannya, meyakini bahwa Israel mungkin telah merencanakan pembunuhan terhadap Araghchi dan Ghalibaf, yang merupakan para negosiator utama Iran, pada minggu-minggu setelah gencatan senjata diberlakukan pada awal April lalu.
Pada saat itu, perundingan antara Washington dan Teheran, yang dimediasi oleh Pakistan, berlangsung semakin intensif.Laporan NYT menyebutkan bahwa para pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump merasa sangat khawatir, sehingga meminta negara-negara sekutu AS di kawasan Timur Tengah untuk secara langsung memperingatkan Iran mengenai kemungkinan upaya Israel untuk menargetkan Araghchi dan Ghalibaf.
Para pejabat AS meyakini bahwa setiap upaya pembunuhan setelah negosiasi dimulai secara serius pada April lalu, akan menghentikan perundingan tersebut dan mengobarkan kembali perang AS-Israel melawan Iran. NYT melaporkan bahwa Washington mengetahui setidaknya Ghalibaf telah dimasukkan ke dalam daftar target Israel dan mendesak Israel untuk tidak melakukan rencanya.
Laporan NYT tersebut juga mengutip pernyataan para pejabat Iran, yang mengungkapkan bahwa Teheran meminta jaminan dari AS, melalui mediator Pakistan dan Qatar, agar Israel tidak menyerang tim negosiator mereka selama pertemuan diplomatik berlangsung.
Pesawat Bawa Ketua Parlemen Iran Mendarat Darurat Gegara Ancaman IsraelAncaman nyata dari Israel terhadap Ghalibaf, sebut laporan NYT, muncul ketika Ketua Parlemen Iran itu sedang dalam penerbangan kembali ke Teheran dari Islamabad usai melakukan pembicaraan dengan Wakil Presiden AS JD Vance pada 12 April lalu. Pasukan keamanan Iran, menurut dua pejabat Teheran yang berbicara kepada NYT, pada saat itu memberitahu awak pesawat yang membawa Ghalibaf soal informasi intelijen yang mengindikasikan rencana Israel untuk menyerang pesawat tersebut.
Bahkan pada saat itu, dua jet tempur Israel terdeteksi telah secara ilegal memasuki wilayah udara Iran dari wilayah Irak.Pesawat yang membawa Ghalibaf tersebut akhirnya dialihkan rutenya dan melakukan pendaratan darurat di Mashhad, Iran bagian timur laut. Ghalibaf beserta anggota delegasi Iran lainnya kemudian melanjutkan perjalanan ke Teheran melalui jalur darat.
Redaksi Energi Juang News



