Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 70

Prabowo Sentil Pengkritik Jembatan

Prabowo Sentil Pengkritik Jembatan

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja melayani masyarakat di tengah berbagai kritik yang terus bermunculan. Stabilitas nasional juga disebut masih terjaga meski dinamika global, terutama di kawasan Timur Tengah, sedang memanas.

Prabowo: Kondisi Nasional Masih Aman

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa dirinya telah menelaah berbagai laporan dari jajaran menteri. Dari hasil evaluasi tersebut, ia menilai kondisi Indonesia tetap berada dalam situasi yang aman.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Saya telah mempelajari data-data angka dan dalam kesempatan ini adalah kesempatan yang baik, setelah saya mempelajari angka-angka dan dapat laporan dari menteri-menteri saya ternyata kondisi kita cukup aman,” kata Prabowo.

Kritik Dianggap Bagian dari Dinamika

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti munculnya kritik dari sejumlah kelompok masyarakat. Ia menegaskan bahwa perbedaan sikap, termasuk ketidakinginan untuk bekerja sama dengan pemerintah, tetap harus dihormati.

“Memang ada satu fenomena yang kita rasakan bersama bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, keluarga besar NKRI juga yang mempunyai suatu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerja sama. Kita hormati, kita tidak ada masalah,” ujarnya.

Analogi Jembatan: Sindiran untuk Pengkritik Pasif

Untuk menggambarkan situasi tersebut, Prabowo menggunakan analogi pembangunan jembatan di sebuah desa. Ia menyoroti adanya pihak yang tidak ikut berkontribusi, tetapi aktif mengkritik.

“Saya katakan kalau di suatu tempat, suatu desa, melihat kebutuhan butuh jembatan kemudian sebagian besar gotong royong untuk membangun jembatan tapi ada sekelompok yang tidak mau bangun jembatan, tapi tidak masalah, silakan,” kata Prabowo.

Baca juga : Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat

Ia bahkan mengungkapkan kebingungannya terhadap pihak yang enggan terlibat, namun vokal dalam memberikan kritik.

“Hanya saya juga nggak ngerti ada orang mau bangun jembatan, dia tidak mau bangun jembatan tapi dia kritik, ‘Kamu goblok kamu. Kayunya salah jangan di situ, pakunya salah, rantainya salah’. Salah aja. Lah kita yang mau bangun jembatan apa sikap kita? Apa kita grogi? ‘Goblok kamu, kamu bikin jembatan, goblok’. Ya saya goblok tapi rakyat ini minta jembatan, ya, saya bangun jembatan. Jadi ini fenomena,” ujarnya.

Fokus Pemerintah Tetap pada Rakyat

Prabowo menegaskan, pemerintah tidak akan teralihkan oleh kritik yang bersifat destruktif. Ia meminta seluruh jajaran untuk tetap fokus pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kerja nyata untuk rakyat harus menjadi prioritas utama, terlepas dari adanya pihak yang memilih berada di luar upaya tersebut.

Redaksi Energi Juang News

Polemik Ijazah Jokowi, JK: Publik Resah

Polemik Ijazah Jokowi, JK: Publik Resah

Energi Juang News, Jakarta- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menyoroti polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang tak kunjung selesai. Ia menilai isu tersebut telah berlangsung terlalu lama dan membawa dampak luas bagi masyarakat.

Polemik Berlarut Dinilai Rugikan Banyak Pihak

Pernyataan itu disampaikan JK usai melaporkan Rismon Sianipar terkait dugaan penyebaran informasi bohong yang menyeret namanya. Ia disebut mendanai Roy Suryo dan pihak lain dalam polemik ijazah Jokowi.

Menurut JK, isu tersebut sudah bergulir selama dua hingga tiga tahun. Ia menilai polemik ini tidak hanya menguras waktu, tetapi juga memicu kerugian dari berbagai sisi.

“Sebenarnya kasus ini kan sudah 2 tahun, 3 tahun. Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua, puluhan miliar uang habis untuk apakah itu pengacara, apakah itu seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan,” kata JK di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Wednesday (08/04/2026).

Biaya Tinggi dan Picu Perpecahan Sosial

JK menegaskan, dampak polemik tersebut tidak hanya bersifat materiil. Ia melihat adanya perpecahan di tengah masyarakat akibat pro dan kontra yang terus berkembang.

“Waktu kita habis, biaya ongkosnya mahal, dan terjadi perpecahan di masyarakat. Pro kontra kan perpecahan, mati-matian di TV. Itu sifat nasional kita terganggu dengan cara itu,” ujarnya.

Solusi Sederhana: Tunjukkan Ijazah Asli

JK menilai persoalan ini seharusnya bisa diselesaikan dengan langkah sederhana. Ia meyakini bahwa Jokowi memiliki ijazah asli dan cukup menunjukkannya kepada publik untuk mengakhiri polemik.

“Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita setop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya yang asli,” tuturnya.

Baca juga : KPU Solo Klarifikasi: Dokumen Pendaftaran Jokowi Tidak Dimusnahkan, Hanya Buku Agenda

“Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita, masalah 2-3 tahun ini. Tinggal dikasih lihat (ke) masyarakat saja selesai. Saya yakin itu Pak Jokowi akan begitu karena daripada kita berseteru, ada kelompok berseteru bertahun-tahun, hilang waktu, hilang harkat sosial, itulah kita harapkan,” imbuh JK.

Harapan Konflik Segera Diakhiri

JK berharap polemik tersebut segera berakhir. Ia menilai konflik berkepanjangan ini tidak sejalan dengan semangat persatuan yang seharusnya dijaga oleh pemimpin negara.

“Saya yakin dan pasti Pak Jokowi tidak menginginkan sebagaimana Presiden tidak menginginkan masyarakatnya pecah belah karena soal kecil ini,” ucapnya.

Laporan Resmi ke Bareskrim Polri

JK telah melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/135/IV/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal Wednesday (08/04/2026).

Laporan tersebut terkait dugaan penyebaran berita bohong, fitnah, dan pencemaran nama baik. Kasus ini mengacu pada Pasal 263 KUHP, Pasal 434 KUHP, Pasal 433 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 27A juncto Pasal 45 ayat (4) UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan UU ITE.

Redaksi Energi Juang News

Senggolan Tol Kemayoran, Sopir Livina Lapor Polisi

Senggolan Tol Kemayoran, Sopir Livina Lapor Polisi

Energi Juang News, Jakarta – Insiden senggolan antara dua mobil di ruas Tol Kemayoran berbuntut panjang. Salah satu pengemudi memilih menempuh jalur hukum setelah mengaku mengalami kerugian dalam kejadian tersebut.

Rencana Pelaporan ke Polisi

Pengemudi Nissan Grand Livina, Mishael Widjaja, berencana melaporkan pengemudi Toyota Kijang Innova berwarna silver. Ia menduga terjadi perusakan kendaraan dan tindakan pemerasan usai insiden di jalan tol tersebut.

Rencana Saudara Mishael Widjaja akan memperkarakan pengendara Toyota Innova warna silver nopol B-1856-URB dengan bukti yang dibawa visum, perusakan kendaraan, dan pemerasan bukti transfer,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Polisi saat ini masih menelusuri keberadaan pengemudi Innova tersebut. Klarifikasi akan dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh kejadian.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap kendaraan B-1856-URB dan B-1188-IP untuk dimintai klarifikasi,” terang Ojo.

Kronologi Senggolan di Tol

Insiden terjadi di ruas Tol Kemayoran, Jakarta Utara. Dua kendaraan yang terlibat adalah Nissan Grand Livina hitam dan Toyota Kijang Innova silver.

Menurut keterangan, Mishael saat itu melintas di Tol Wiyoto Wiyono setelah pulang dari ibadah di kawasan BSD Serpong, Tangerang Selatan, pada Jumat (3/4). Sekitar pukul 14.30 WIB, ia mencoba berpindah dari lajur 1 ke lajur 2.

Di lajur tersebut, terdapat dua kendaraan. Di depan, Innova silver bernopol B-1856-URB. Di belakang, Innova abu-abu bernopol B-1188-IP.

“Saat itu posisi lajur 2 berada di antara dua kendaraan, kendaraan 1 di depannya Toyota Innova warna silver nopol B-1856-URB dan kendaraan 2 di belakangnya Toyota Innova warna abu-abu nopol B-1188-IP,” jelas Ojo.

Saat hendak berpindah jalur, pengemudi di belakang membunyikan klakson panjang. Mishael pun mengurungkan niatnya. Namun, mobil di depannya justru memepet secara terus-menerus.

“Saudara Mishael Widjaja takut dan menancapkan gasnya, namun tetap saja kendaraan 1 B-1856-URB mengejar sambil memepet,” kata Ojo.

Dihentikan dan Diminta Ganti Rugi

Ketegangan meningkat saat mendekati pintu keluar Tol Kemayoran. Kendaraan Mishael dihentikan secara paksa oleh pengemudi Innova silver.

Seorang pria turun dari mobil dan berusaha mengambil kunci kendaraan Mishael. Tak lama, dua orang lain dari kendaraan belakang ikut menghampiri.

“Turun satu orang laki-laki ingin merampas kunci dan berbicara kotor ke Saudara Mishael Widjaja. Tidak lama turun dua orang laki-laki dan perempuan dari kendaraan 2, B-1188-IP, menghampiri Saudara Mishael Widjaja,” tutur Ojo.

Situasi memanas selama beberapa menit. Pengemudi Innova kemudian meminta ganti rugi sebesar Rp 2 juta atas lecet kendaraan.

“Setelah kurang lebih lima menit argumen, pengendara satu meminta tuntutan untuk mengganti hasil lecet kendaraannya sebesar Rp 2 juta, namun dilakukan nego Rp 1 juta, namun tetap meminta Rp 2 juta,” ungkap Ojo.

Mishael akhirnya menyetujui permintaan tersebut dan mentransfer uang ke rekening atas nama Stephen.

“Sehingga Saudara Mishael Widjaja, menurutinya, dengan mentransfer Rp 2 juta ke rekening bank atas nama Stephen. Setelah itu, dilanjutkan perjalanan kembali masing-masing,” imbuhnya.

Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran

Kasus ini kini dalam penanganan kepolisian. Petugas berupaya mengumpulkan bukti serta keterangan dari semua pihak yang terlibat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana, termasuk dugaan pemerasan dan perusakan kendaraan.

Redaksi Energi Juang News

Spekulasi Ayah Ressa, Denada Bungkam Identitas

Spekulasi Ayah Ressa, Denada Bungkam Identitas

Energi Juang News, Jakarta— Hubungan Ressa dan ibunya, Denada, kini terlihat semakin hangat. Keduanya mulai terbuka satu sama lain dan kerap berbincang mengenai banyak hal, terutama soal relasi ibu dan anak.

Ressa Mengaku Sudah Tahu Sosok Ayahnya

Dalam salah satu percakapan mereka, topik mengenai sosok ayah kandung Ressa sempat dibahas. Ressa mengaku sudah mengetahui identitas ayah biologisnya.

Hal itu ia sampaikan saat melakukan siaran langsung di media sosial, ketika menjawab pertanyaan dari warganet.

“Ressa sudah tahu kok bapak Ressa siapa. Kalau dikasih tahu clue-nya pasti tahu semua,” ujar Ressa dalam potongan video yang beredar di TikTok.

Meski begitu, pria berusia 24 tahun itu memilih tidak menyebutkan nama. Ia menyebut alasan tersebut sebagai sesuatu yang “berat”. Namun, Ressa sempat memberi sedikit petunjuk terkait asal daerah ayahnya.

Nama Teuku Ryan Diseret Netizen

Setelah pernyataan itu viral, sejumlah warganet mulai berspekulasi. Nama Teuku Ryan ramai disebut dalam kolom komentar.

“Teuku Ryan,” tulis salah satu netizen.

“Tapi memang mirip mukanya sama Teuku Ryan,” timpal lainnya.

Baca juga : Pinkan Mambo Raup Puluhan Juta dari Live TikTok

Menanggapi hal tersebut, Ressa tidak memberikan klarifikasi. Ia hanya tersenyum tanpa membenarkan maupun membantah.

Denada Bantah Semua Spekulasi

Di tengah spekulasi yang berkembang, Denada sebelumnya sudah memberikan penegasan. Ia menyatakan bahwa sosok ayah biologis Ressa bukanlah Teuku Ryan, maupun ayah tirinya.

Beberapa nama lain seperti Iwa K dan Adjie Massaid juga ikut disebut publik. Namun, Denada langsung membantah semua dugaan tersebut.

Pernyataan itu ia sampaikan saat berbincang dengan Feni Rose.

“Jadi siapa bapaknya (Ressa)?” tanya Feni Rose. Lalu Denada menjawab, “Ada pokoknya deh, kak. Ada. Dan aku tahu siapa bapaknya, dan bapaknya pun tahu.”

Pilih Menjaga Privasi Demi Alasan Personal

Denada menegaskan bahwa ia tidak akan membuka identitas ayah biologis Ressa ke publik. Ia memiliki alasan pribadi di balik keputusan tersebut.

“Buat apa? Karena, toh, dia sudah memutuskan untuk tidak berada (dalam urusan ini), (dia) tidak mau ikut dalam urusan ini,” kata Denada.

Redaksi Energi Juang News

Klakson Ketiga di Terowongan Casablanca

casablangka
casablangka

Energi Juang News,Jakarta-Malam itu Jakarta terasa berbeda. Bukan karena hujan, bukan pula karena kemacetan yang tak biasa. Ada sesuatu yang lebih pekat, seperti udara yang menahan napas. Ardi,29, baru saja pulang dari kantor di kawasan Kuningan. Jam menunjukkan pukul 01.20 dini hari, waktu di mana jalanan mulai lengang dan lampu kota terlihat seperti bintang yang jatuh ke bumi.

Ia mengemudi sendirian ingin segera sampai rumahnya karena lelah. Pilihan tercepat adalah terowongan Casablanca.

Ardi sempat ragu. Bukan tanpa alasan—ia sudah berkali-kali mendengar cerita dari rekan kerja dan warga sekitar. Tapi rasa lelah lebih dominan daripada rasa takut. Ia menyalakan lampu sein dan membelokkan mobil menuju jalan yang mengarah ke terowongan itu.

Beberapa hari sebelumnya, Ardi sempat berbincang dengan Pak Rojak, seorang penjaga parkir yang sudah puluhan tahun bekerja di kawasan itu.

“Mas Ardi, kalau lewat situ malam-malam… jangan lupa klakson tiga kali,” kata Pak Rojak sambil menatap serius.

“Ah, mitos ya, Pak?” jawab Ardi sambil tertawa kecil.

Pak Rojak menggeleng pelan.

“Bukan sekadar mitos. Dulu ada orang gantung diri di sana. Pakai kain handuk. Katanya… sampai sekarang belum pergi.”

Ardi hanya tersenyum, menganggap itu sekadar cerita lama yang dibesar-besarkan.

Namun Pak Rojak melanjutkan dengan suara lebih lirih:

“Dan… ada yang lebih parah. Kuntilanak merah. Banyak yang lihat. Biasanya muncul kalau orang lewat tanpa permisi.”

Lampu jalan mulai redup saat Ardi mendekati mulut terowongan. Bayangan beton panjang itu tampak seperti mulut raksasa yang siap menelan siapa saja yang masuk.

Ia menarik napas panjang.

“Ah, cuma cerita…” katanya mencoba meyakinkan diri.

Mobilnya melaju masuk.

Suasana langsung berubah. Suara mesin menggema, dinding terowongan memantulkan setiap getaran. Lampu kuning temaram membuat bayangan bergerak tidak wajar.

Tiba-tiba lampu mobilnya berkedip.

“Loh?”

Radio mati sendiri, Ardi mulai merasa tidak nyaman.

Di kaca spion, ia melihat sesuatu, seperti… bayangan menggantung. Iapun langsung menoleh ke belakang, yang membuat heran tak ada siapa siapa dibelakang. “Kosong?? atau halusinasi ya?” gumamnya.

Namun saat kembali melihat spion, bayangan itu muncul lagi. Kali ini lebih jelas—seorang pria paruh baya dengan leher terkulai, tergantung, wajahnya pucat kebiruan.

“Anjir…!” Ardi spontan menginjak gas.

Di tengah kepanikan, Ardi teringat ucapan Pak Rojak ia membunyikan klakson tiga kali.

Tangannya gemetar sambil ia mencoba menekan klakson,tapi mobilnya tidak merespons.

“Kenapa sih?!”

Bayangan di spion kini seperti semakin dekat.

Lalu tiba-tiba Tok… tok… tok… Ada suara ketukan dari kursi belakang membuat Ardi membeku.

“Siapa…?” suaranya hampir tak terdengar.

Tak ada jawaban tapi hanya napas dingin yang terasa di tengkuknya.

Ketika Ardi hampir mencapai ujung terowongan, sesuatu melintas cepat di depan mobilnya.

Ia refleks mengerem di tengah jalan… berdiri sosok perempuan.

Rambut panjang terurai. Gaun merah menyala. Wajahnya pucat, tapi bibirnya merah pekat seperti darah. Sosoknya seperti Kuntilanak merah, sosok Perempuan itu menunduk, lalu perlahan mengangkat kepalanya.

Tatapan matanya kosong dan senyumnya… terlalu lebar takut Ardi terpaku.

Perempuan itu tiba-tiba menghilang.

Lalu muncul di samping jendela mobilnya. “Kenapa… tidak permisi…?” bisiknya. mendengar itu Ardi menjerit dan menutup mata.

Keesokan harinya, Ardi ditemukan pingsan di dalam mobilnya di pinggir jalan setelah keluar dari terowongan,ia dibawa ke warung terdekat.

Bu Siti, pemilik warung, berkata:“Sudah sering kejadian begini. Banyak yang kerasukan, banyak yang lihat yang aneh-aneh.”

Seorang ojek online yang ikut mendengar cerita itu menimpali: “Saya pernah lihat, Mbak. Cewek merah itu duduk di pembatas jalan. Saya klakson tiga kali, dia hilang.”

Pak Rojak yang datang kemudian hanya menghela napas. “Saya sudah bilang, Mas… tempat itu bukan sembarang jalan.”

Sejak kejadian itu, Ardi tidak pernah lagi melewati terowongan Casablanca pada malam hari.

Beberapa pengendara mengaku melihat sosok pria menggantung saat melintas. Ada pula yang mengaku mendengar suara tangisan perempuan di dalam terowongan, padahal jalanan sepi.

Yang paling sering penampakan kuntilanak merah.

Dan satu kesamaan dari semua cerita itu mereka yang tidak membunyikan klakson tiga kali… selalu mengalami sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.

Terowongan Casablanca tetap menjadi jalur penting di Jakarta. Ribuan kendaraan melintas setiap hari tanpa gangguan.

Namun saat malam tiba, cerita berubah.

Apakah semua ini hanya sugesti?

Ataukah memang ada sesuatu yang tertinggal… sesuatu yang tidak pernah benar-benar pergi?

Redaksi Energi Juang News

Sporting vs Arsenal: Gol Havertz Menangkan Gunners

Sporting vs Arsenal: Gol Havertz Menangkan Gunners

Energi Juang News, Jakarta- Laga leg pertama perempat final Liga Champions musim 2025-2026 menghadirkan duel ketat antara Sporting CP dan Arsenal di Stadion Jose Alvalade, Lisbon. Pertandingan yang berlangsung pada Selasa (7/4/2026) atau Rabu dini hari WIB itu berjalan alot hingga detik akhir.

Gol Penentu di Menit Akhir

Arsenal akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-90+1. Kai Havertz mencetak gol kemenangan melalui sepakan kaki kiri yang tak mampu dihentikan kiper Sporting CP.

Gol itu lahir dari situasi cepat. Gabriel Martinelli, yang masuk sebagai pemain pengganti, memberikan umpan matang setelah melihat pergerakan Havertz di dalam kotak penalti.

Skor 0-1 bertahan hingga laga usai. Arsenal pun membawa pulang kemenangan penting dari Portugal.

Arsenal Bangkit dari Kekecewaan

Kemenangan ini menjadi respons positif Arsenal setelah hasil buruk di kompetisi domestik. Tim asuhan Mikel Arteta sebelumnya tersingkir dari perempat final Piala FA usai kalah dari Southampton.

Kekalahan tersebut memupus peluang meraih treble. Sebelumnya, Arsenal juga gagal di final Piala Liga Inggris setelah dikalahkan Manchester City.

Kini, Liga Champions dan Liga Inggris menjadi dua peluang tersisa bagi The Gunners untuk meraih trofi musim ini.

Tekanan Sporting di Menit-Menit Akhir

Sporting CP sempat memberikan ancaman serius menjelang akhir pertandingan. Geny Catamo menjadi motor serangan tim tuan rumah.

Sekitar tujuh menit sebelum waktu normal berakhir, Catamo melepaskan sundulan berbahaya. Namun, kiper Arsenal, David Raya, berhasil melakukan penyelamatan krusial.

Baca juga : Barcelona Sukses Tekuk Atletico Madrid

Empat menit kemudian, Catamo kembali mengancam lewat tembakan keras. Raya kembali tampil sigap untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Duel Sengit Sejak Babak Pertama

Kedua tim tampil disiplin sejak awal laga. Peluang bersih sulit tercipta karena rapatnya lini pertahanan masing-masing.

Sporting hampir unggul lewat tembakan Maximiliano Araujo yang membentur tiang. Arsenal juga mengalami hal serupa melalui upaya Noni Madueke.

Pada babak kedua, Arsenal sempat mencetak gol melalui Martin Zubimendi pada menit ke-63. Namun, gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya posisi offside dalam proses serangan.

Penentuan di Leg Kedua

Arsenal akan gantian menjamu Sporting CP pada leg kedua. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Emirates pada Rabu (15/4/2026) atau Kamis dini hari WIB.

Keunggulan tipis ini menjadi modal penting bagi Arsenal untuk mengamankan tiket ke semifinal Liga Champions.

Susunan Pemain

Sporting CP (4-2-3-1):
1-Silva; 22-Fresneda, 26-Diomande, 25-Inacio, 20-Araujo; 5-Morita, 52-Simoes (23-Braganca 62′); 10-Catamo, 17-Trincao, 8-Goncalves (90-Nel 79′); 97-Luis Suarez.
Pelatih: Rui Borges.

Arsenal (4-3-3):
1-Raya; 4-White, 2-Saliba, 6-Gabriel, 33-Calafiori; 8-Odegaard (29-Havertz 70′), 36-Zubimendi, 41-Rice; 20-Madueke (56-Dowman 76′), 14-Gyokeres, 19-Trossard (11-Martinelli 76′).

Redaksi Energi Juang News

Paus Biru 20 Meter Muncul di Gorontalo, Viral

Paus Biru 20 Meter Muncul di Gorontalo, Viral

Energi Juang News, Gorontalo– Warga Gorontalo dibuat heboh setelah sebuah video yang memperlihatkan kemunculan paus biru raksasa di perairan Teluk Tomini viral di media sosial. Mamalia laut yang dikenal langka dan dilindungi ini terlihat berenang di wilayah Kabupaten Bone Bolango.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/4) sekitar pukul 11.56 Wita, tepatnya di perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone. Video yang beredar direkam menggunakan kamera drone dari udara, sehingga memperlihatkan ukuran paus secara jelas.

“Iya, kemarin saya yang video saya rekam pakai kamera drone paus biru panjang 18 sampai 20 meter,” ujar warga Botubarani Erwin Latif, Selasa (7/4/2026).

Kemunculan Dekat Kawasan Wisata Hiu Paus

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bone Bolango, Zulkarnain Sahi, menjelaskan bahwa paus tersebut terlihat melintas di perairan yang tidak jauh dari kawasan wisata Hiu Paus Botubarani.

Ia menyebut, kemunculan hewan laut berukuran besar ini langsung menarik perhatian warga sekitar. Beberapa di antaranya bahkan berinisiatif menerbangkan drone untuk mengabadikan momen langka tersebut dari udara.

Diduga Melintas dari Laut Sulawesi

Zulkarnain menduga paus biru tersebut datang dari Laut Sulawesi sebelum akhirnya memasuki wilayah Teluk Tomini. Fenomena ini, menurutnya, bukan yang pertama kali terjadi di kawasan Bone Bolango.

Meski begitu, kemunculan paus biru tetap menjadi peristiwa yang jarang dan menarik perhatian, mengingat statusnya sebagai satwa yang dilindungi dan terancam punah.

Ciri Fisik Paus Biru yang Terekam

Dalam rekaman video, paus tersebut terlihat memiliki tubuh panjang dengan bentuk agak meruncing di bagian depan. Kulitnya tampak kasar dengan warna dominan biru kecokelatan, disertai corak abu-abu kebiruan berbintik.

“Bentuknya itu memanjang lonjong di depan baru kulitnya itu agak kasar dia mirip sejenis Dugong mirip juga kaya Lumba-lumba. ini paus biru agak runcing dan memanjang bentuknya itu. Warna dominan paus biru ini agak biru kecokelatan, ada abu-abu kebiruan berbintik-bintik,” pungkasnya.

Redaksi Energi Juang News

Iran Buka Selat Hormuz 2 Pekan, Serangan AS Ditunda

Iran Buka Selat Hormuz 2 Pekan, Serangan AS Ditunda

Energi Juang News, Teheran- Iran memutuskan memberi akses terbatas bagi jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz selama dua pekan. Kebijakan ini muncul setelah adanya penundaan aksi militer oleh Amerika Serikat, sekaligus membuka ruang diplomasi antara kedua negara.

Iran Beri Akses Terbatas Selat Hormuz

Teheran menyatakan jalur laut strategis tersebut akan dibuka dengan pengaturan ketat. Pemerintah Iran menyiapkan periode ini sebagai momentum penting untuk meredakan konflik.

Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X dilansir kantor berita AFP, Rabu (8/4/2026).

Negosiasi Digelar di Islamabad

Pertemuan antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Islamabad mulai Jumat. Agenda ini diproyeksikan berjalan selama dua minggu, dengan peluang perpanjangan jika kedua pihak mencapai kesepakatan lanjutan.

“Diperpanjang atas kesepakatan bersama para pihak,” tuturnya.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa negosiasi ini menjadi kunci untuk mengakhiri ketegangan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Trump Tunda Serangan Selama Dua Minggu

Presiden AS Donald Trump sebelumnya memutuskan menahan rencana serangan militer terhadap Iran. Keputusan itu diambil setelah komunikasi dengan pihak Pakistan.

Baca juga : Mayoritas Warga AS Dukung Pemakzulan Trump

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!” kata Trump.

Peluang Kesepakatan Damai Menguat

Trump menyebut peluang tercapainya kesepakatan damai semakin terbuka. Ia mengklaim kedua negara telah menyepakati sebagian besar poin penting dalam perundingan.

“Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan,” jelas Trump.

Redaksi Energi Juang News

Keroncong Tugu Jakarta dan Romantika Musik Nusantara

keroncong Tugu
keroncong Tugu

Energi Juang News,Jakarta-Di tengah dominasi musik digital yang serba instan, ada satu jenis musik yang justru semakin terasa dalam ketika didengarkan perlahan. Ia bukan sekadar bunyi, melainkan arsip hidup yang menyimpan cerita lintas generasi—tentang cinta, perjuangan, hingga identitas bangsa.

Di Jakarta, sebuah panggung budaya pernah kembali menghidupkan atmosfer tersebut melalui Pekan Keroncong di Galeri Indonesia Kaya. Di sanalah, tradisi lama bertemu dengan audiens masa kini, menghadirkan pengalaman musik yang lebih dari sekadar hiburan.

Salah satu sorotan utama dalam pagelaran tersebut adalah Keroncong Tugu—kelompok musik yang disebut sebagai salah satu orkes keroncong tertua di Indonesia. Akar mereka bisa ditelusuri hingga tahun 1925, ketika seorang keturunan Portugis bernama Josef Quiko mendirikan orkes bernama Moresco Tugu.

Seiring waktu, nama itu berubah menjadi Cafrinho Tugu, namun masyarakat lebih mengenalnya sebagai Keroncong Tugu. Musik yang mereka bawa bukan sekadar hiburan, tetapi warisan dari para pelaut Portugis yang dulu singgah di Nusantara dan membawa pengaruh musikal yang unik.

Kini, di bawah pimpinan Andre Juan Michiels—generasi ke-10—kelompok ini tetap mempertahankan ciri khasnya. Ini bukan sekadar nostalgia, tapi bentuk resistensi budaya terhadap homogenisasi musik modern.

Dalam Pekan Keroncong tersebut, Keroncong Tugu tampil bersama Sundari Soekotjo dalam sebuah tema bertajuk Kedjora (Keroncong Djoeara Nusantara).

Bagi Sundari, keroncong bukan sekadar genre—ia adalah jiwa. Sebagai pendiri Yayasan Keroncong Indonesia (YAKIN), ia melihat keroncong sebagai medium untuk menyampaikan sejarah bangsa.

“Lagu-lagu keroncong ini adalah warisan dari nenek moyang… erat dengan perjuangan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dalam penampilannya, ia membawakan lagu-lagu klasik seperti Bunga Anggrek dan Kr. Pasar Gambir. Lagu-lagu ini tidak hanya bercerita tentang cinta romantis, tetapi juga cinta yang lebih luas: kepada sesama manusia dan tanah air.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keroncong bukan musik yang kaku—ia bisa beradaptasi, berkolaborasi, dan tetap relevan.

Kalau kamu pikir semua keroncong itu sama, Keroncong Tugu akan membuktikan sebaliknya.

Menurut Andre Michiels, ada beberapa perbedaan mencolok antara gaya Tugu dan keroncong lain (seperti gaya Jawa atau trulungan):

  • Instrumen unik: Mereka menggunakan alat perkusi bernama macina, bukan cak dan cuk seperti di Jawa.
  • Tempo lebih cepat: Musiknya cenderung enerjik, karena dulunya berfungsi sebagai pengiring pesta.
  • Nuansa Portugis lebih terasa: Melodi dan ritmenya membawa jejak Eropa yang kental.

Perbedaan ini menjadikan Keroncong Tugu sebagai sub-genre yang unik dalam lanskap musik Indonesia.

Pekan Keroncong di Galeri Indonesia Kaya juga menghadirkan berbagai kelompok lain seperti Keroncong Kresna Jaya Polri dan Keroncong Berau. Mereka mengiringi penyanyi seperti Intan Soekotjo, Yana Yulio, Winda Viska, hingga Dira Sugandi.

Tema yang diangkat pun beragam—mulai dari sejarah keroncong, perjuangan bangsa, hingga cinta tanah air. Ini menunjukkan bahwa keroncong masih punya tempat di hati generasi sekarang, terutama ketika dikemas dengan pendekatan yang relevan.

Di era streaming dan algoritma, keroncong memang bukan musik yang “viral”. Tapi justru di situlah kekuatannya: ia menawarkan kedalaman, bukan sekadar sensasi.

Bagi banyak orang muda, keroncong mungkin terdengar “jadul”. Tapi jika didengarkan dengan konteks, ia justru terasa sangat manusiawi.

Keroncong adalah musik yang tidak terburu-buru. Ia memberi ruang untuk merenung, untuk merasakan, dan untuk memahami. Dalam dunia yang serba cepat, pengalaman seperti ini justru menjadi langka—dan berharga.

Lebih dari itu, keroncong adalah pengingat bahwa identitas budaya tidak harus ditinggalkan untuk menjadi modern. Ia bisa berjalan berdampingan, saling menguatkan.

Keroncong Tugu Jakarta bukan hanya tentang musik lama yang dipertahankan. Ia adalah bukti bahwa warisan budaya bisa terus hidup jika dirawat dengan cinta dan adaptasi.

Melalui panggung seperti Pekan Keroncong, generasi muda diajak untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami. Karena di balik setiap petikan dan dentingan, ada cerita panjang tentang siapa kita sebagai bangsa.

Dan mungkin, di antara hiruk playlist digitalmu, sudah saatnya satu lagu keroncong masuk—bukan untuk nostalgia, tapi untuk mengenal kembali akar.

Redaksi Energi Juang News

Ada di Belanda, Arca Shiva dan Prasasti Damalung akan kembali ke Nusantara

Energi Juang News, Jakarta- Arca Shiva abad ke-13 dari Jawa Timur dan Prasasti Damalung abad ke-15 dari Jawa Tengah akan segera dipulangkan ke Indonesia. Arca dan prasasti itu sudah lama berada di Belanda.

Duta Besar RI untuk Belanda Laurentius Amrih Jinangkung dan Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda Youssef Louakili telah menandatangani kesepakatan mengenai pengembalian kedua benda bersejarah tersebut pada 31 Maret 2026 di Den Haag, Belanda.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kementerian Kebudayaan RI yang diterima di Jakarta, Rabu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan bahwa pemulangan benda bersejarah dari Belanda merupakan bagian dari upaya pemulihan memori kolektif bangsa.

Ini adalah pemulihan memori kolektif bangsa dan langkah nyata menuju rekonsiliasi sejarah. Warisan budaya harus kembali kepada masyarakat yang menjadi pemiliknya,” katanya.

Arca Shiva abad ke-13 dari Jawa Timur dan Prasasti Damalung abad ke-15 dari Jawa Tengah sebelumnya menjadi bagian koleksi Wereldmuseum Amsterdam dan Wereldmuseum Leiden di Belanda.
Kedua benda bersejarah tersebut sedang dikirim ke Indonesia dan nantinya akan diserahkan ke Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat.

Pemerintah terus berupaya untuk memulangkan benda-benda warisan budaya Indonesia yang berada di luar negeri serta membuka kolaborasi riset internasional mengenai kebudayaan.

Sebanyak 288 benda cagar budaya Indonesia yang meliputi arca Ganesha, arca Brahma, serta arca Nandi dan Bhairawa dari Candi Singosari serta 284 benda koleksi Puputan Badung berhasil dipulangkan dari Belanda pada 2024.

Selanjutnya, fosil Manusia Jawa yang sudah satu abad lebih berada di luar negeri pada tahun 2025 dipulangkan dari Belanda ke Indonesia melalui kerja sama kedua negara dalam bidang kebudayaan.

Redaksi Energi Juang News