Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaDaerahMisteri Jejak Pasukan Mongol di Pelabuhan Sedayulawas Lamongan

Misteri Jejak Pasukan Mongol di Pelabuhan Sedayulawas Lamongan

Energi Juang News, Jakarta – Wilayah pesisir Lamongan memiliki jejak sejarah yang masih menjadi teka-teki hingga saat ini, khususnya terkait pendaratan pasukan Mongol atau dikenal sebagai Tentara Tartar yang melakukan invasi ke Kerajaan Singosari pada tahun 1293.

Secara umum, sejarah mencatat bahwa armada Yuan dari Tiongkok yang berkekuatan hingga 500 kapal dengan prajurit antara 20 hingga 30 ribu orang tersebut mendarat pertama kali di Tuban. Namun, banyak sejarawan menduga bahwa dengan jumlah sebesar itu, kemungkinan besar pasukan tersebut tidak hanya mendarat di satu pelabuhan saja. Dugaan kuat menyebutkan bahwa sebagian dari pasukan Mongol tersebut juga mendarat di Pelabuhan Sedayulawas yang terletak di Brondong, Lamongan, yang berada di sebelah timur Tuban.

Catatan historis seperti Prasasti Pasir Kapal di Pulau Serutu menguatkan hipotesis bahwa armada Mongol ini terdiri dari ratusan kapal besar, mengisyaratkan mereka membutuhkan beberapa lokasi pendaratan tambahan. Pelabuhan Sedayulawas, juga dikenal dengan nama Sedayu Lawas, sejak dahulu merupakan pelabuhan penting pada masa kerajaan Singosari hingga Majapahit. Letak geografisnya memungkinkan kapal besar mendekati langsung dari Laut Jawa sebelum melanjutkan perjalanan darat.

Pasca pendaratan, pasukan Mongol kemudian bergerak melalui jalur darat melewati Babat sebagai pintu masuk dari kawasan pesisir, kemudian melewati dataran tinggi kapur di Ngimbang, melalui Jombang, hingga akhirnya tiba di Kediri. Di sana mereka membantu Raden Wijaya, menantu Raja Kertanegara, menggulingkan Jayakatwang yang saat itu memimpin Kerajaan Kediri.

Namun aliansi ini tidak berlangsung lama. Setelah berhasil menaklukkan Kediri, Raden Wijaya justru berbalik menyerang pasukan Mongol, memaksa mereka kembali ke kapal dan meninggalkan Jawa dalam kondisi kalah.

Invasi ini kemudian melahirkan Kerajaan Majapahit pada tahun 1294, kerajaan terbesar di Nusantara yang membawa perubahan teknologi signifikan, khususnya dalam bidang kelautan dan militer, seperti penggunaan kapal dengan bulkhead yang stabil dan penggunaan meriam.

Baca juga :  Pemkot Depok dan DPRD Sepakat Evaluasi Tunjangan Rumah, Aksi Demo Dibatalkan

Jika benar Pelabuhan Sedayulawas pernah menjadi lokasi pendaratan Mongol, maka Lamongan memegang peranan strategis dalam sejarah besar Asia Tenggara abad ke-13. Kini, daerah yang pernah dilalui pasukan Mongol seperti Brondong, Babat, Ngimbang, Jombang, hingga Kediri menyimpan kisah berharga yang patut terus digali sebagai bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia.

Redaksi Energi Juang News

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments