Minggu, Mei 31, 2026
spot_img
BerandaGoresan PenaRoblox: Hiburan Digital atau Ancaman bagi Anak-anak?

Roblox: Hiburan Digital atau Ancaman bagi Anak-anak?

Oleh : Esteria Tamba
(Penulis, Aktivis)

Energi Juang News, Jakarta– Game online Roblox kini tengah naik daun, terutama di kalangan anak muda bahkan hingga anak-anak usia di bawah 13 tahun. Platform ini memiliki lebih dari 85 juta pengguna aktif harian pada tahun 2024, dengan 40 persen di antaranya berusia di bawah 13 tahun. Di balik popularitas Roblox yang tinggi, terdapat bahaya tersembunyi yang perlu mendapat perhatian serius dari negara dan orang tua.

Roblox memang dirancang sebagai platform game kreatif yang memungkinkan pengguna membuat berbagai dunia virtual sendiri. Namun, tidak semua konten yang ada di dalamnya layak dikonsumsi anak-anak. Beberapa permainan di Roblox menyisipkan aktivitas dewasa seperti pesta malam atau dugem, yang jelas tidak pantas dan berbahaya bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, Roblox juga merupakan game berbayar, di mana anak-anak mungkin terdorong untuk berbohong kepada orang tuanya agar bisa mendapatkan uang untuk bermain.

Fenomena ini menunjukkan bahwa negara dan orang tua harus segera hadir untuk menangani masalah ini secara serius. Hasil survei oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan sebanyak 54,13 persen pengguna internet memanfaatkannya untuk hiburan, khususnya bermain game online.

Contoh map yang tidak direkomendasikan untuk anak kecil.
Salah satu contoh Map yang tidak direkomendasikan untuk anak anak

Dalam konteks Indonesia, khususnya Sulawesi Utara, angka pengguna internet mencapai 70 persen dari total populasi, sebagian besar menggunakan perangkat seperti smartphone atau tablet. Fakta ini mengindikasikan betapa masifnya penetrasi internet dan potensi dampaknya pada anak-anak.

Kecanduan bermain game online seperti Roblox memiliki banyak dampak negatif yang nyata. Anak-anak yang terlalu sering bermain game cenderung malas melakukan aktivitas fisik lainnya, kurang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, bahkan melupakan orang-orang terdekat mereka. Secara kesehatan, anak-anak berisiko mengalami gangguan mata, berkurangnya daya tahan tubuh akibat kurangnya aktivitas fisik, tidur yang kurang, dan pola makan tidak teratur.

Baca juga :  Polwan Impian Jambi: Diperkosa Oknum Polisi Sendiri

Dampak psikologisnya pun tidak kalah mengkhawatirkan. Banyak game online, termasuk Roblox, memiliki unsur kekerasan yang dapat mempengaruhi perkembangan emosi anak. Anak yang kecanduan seringkali menjadi mudah marah dan emosional ketika dihentikan bermain oleh orang tuanya. Bahkan tak jarang muncul perilaku agresif seperti mengeluarkan kata-kata kasar atau tindakan fisik terhadap orang tua. Game-game ini juga menurunkan konsentrasi dan fokus belajar, yang pada akhirnya berimbas pada prestasi akademik mereka.

Oleh karena itu, kehadiran negara dalam pengaturan regulasi yang ketat terhadap konten game online sangat diperlukan. Pemerintah harus lebih aktif memantau dan membatasi konten yang tidak sesuai dengan usia anak-anak. Orang tua juga memegang peran sentral dengan terus mendampingi serta memberi pemahaman tentang penggunaan internet yang sehat dan bertanggung jawab.

Kita tidak bisa membiarkan generasi muda tumbuh dalam lingkungan digital yang berbahaya. Roblox, sebagai contoh populer, harus dilihat bukan hanya sebagai hiburan semata, melainkan juga potensi ancaman jika tidak dikelola dengan bijak. Kini adalah saatnya bagi negara dan orang tua untuk bertindak agar masa depan anak-anak tetap terlindungi dan terjamin.

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments