Jumat, April 17, 2026
spot_img
BerandaInternasionalBanjir Besar di Beijing: 30 Tewas, 80 Ribu Penduduk Dievakuasi

Banjir Besar di Beijing: 30 Tewas, 80 Ribu Penduduk Dievakuasi

Energi Juang News, Jakarta– Hujan deras terus menerjang wilayah Beijing dan sekitarnya. Peristiwa ini menyebabkan 30 orang kehilangan nyawa dan memaksa pemerintah mengevakuasi sekitar 80 ribu warga ke tempat yang lebih aman.

Dilansir AFP, Selasa (29/7/2025), badai hujan deras telah mengguyur sebagian besar wilayah Tiongkok utara minggu ini, termasuk ibu kota dan provinsi Hebei, Jilin, dan Shandong.

“Putaran badai hujan deras terbaru telah menewaskan 30 orang di Beijing hingga Senin tengah malam,” kata kantor berita pemerintah Xinhua, mengutip kantor pusat pengendalian banjir kota.

Evakuasi Massal di Tengah Bencana Alam
Media lokal Beijing melaporkan lebih dari 80 ribu orang telah dievakuasi. Media itu juga mengatakan “hujan deras ekstrem yang terus-menerus menyebabkan bencana besar”.

Laporan dari Beijing Daily menyebutkan bahwa jumlah korban tertinggi tercatat di Miyun, sebuah distrik suburban di timur laut pusat kota. Huairou dan Fangshan juga terdampak parah menurut laporan media pemerintah.

Akibatnya, puluhan jalan ditutup dan lebih dari 130 desa mengalami pemadaman listrik secara menyeluruh.
“Harap perhatikan prakiraan cuaca dan peringatan, dan jangan pergi ke daerah berisiko kecuali diperlukan,” tulis media tersebut.

Langkah Cepat Pemerintah China
Presiden Xi Jinping memerintahkan otoritas terkait pada Senin malam (28/7) untuk bersiap menghadapi skenario terburuk dan mempercepat relokasi warga di wilayah rawan banjir.

Di Provinsi Hebei, tanah longsor yang terjadi di dekat kota Chengde menyebabkan empat orang tewas dan delapan lainnya masih dinyatakan hilang, menurut laporan CCTV.

Musim panas di Tiongkok memang sering disertai bencana alam seperti ini. Beberapa daerah mengalami hujan deras berkepanjangan, sementara yang lain dilanda panas ekstrem.

Sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, Tiongkok menghadapi tantangan perubahan iklim yang memperparah cuaca ekstrem. Meski begitu, China juga menjadi pusat pengembangan energi terbarukan dengan target netral karbon pada tahun 2060.

Baca juga :  Boeing Hadapi Penolakan dari China: Dampak Perang Tarif AS-China Makin Terasa

Redaksi Energi Juang News

Esteria Tamba
Esteria Tambahttps://energijuangnews.com/
Freshgraduate at the Political Science study program, Jambi University. Being a youth delegate of the Jambi Provincial Parliament 2023, A mentor in the church youth community, Has a GPA of 3.8 out of 4.0, and has experience working and interning.
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Recent Comments