Energi Juang News, Gresik – Ratusan warga tampak memenuhi halaman kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik sejak pagi. Antrean panjang sudah terlihat bahkan sebelum acara dimulai. Suasana ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kesempatan kerja yang ditawarkan melalui program ReDINAKER (Rekrutmen Disnaker) yang kembali digelar pada Selasa (4/11).
Program ini menjadi wadah penting bagi para pencari kerja di Gresik untuk menjangkau peluang kerja sesuai keterampilan dan kebutuhan perusahaan. Kepala Disnaker Gresik, Zainul Arifin, menyampaikan bahwa ReDINAKER kali ini merupakan gelaran ke-8 sepanjang 2025. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjembatani para pencari kerja agar lebih mudah terserap di dunia industri.
“ReDINAKER ke-8 ini diikuti oleh 461 peserta. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa membantu mereka segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan,” ujar Zainul. Ia menambahkan, kegiatan serupa akan digelar rutin dua kali setiap bulan agar masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan informasi lowongan kerja tanpa menunggu job fair besar.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Penta) Disnaker Gresik, Moch Afandi, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi dari Perda Nomor 7 Tahun 2022 dan Perbup Nomor 71 Tahun 2024. Aturan tersebut menekankan pentingnya perusahaan di Gresik untuk mengutamakan tenaga kerja lokal dengan target penyerapan minimal 60 persen.
Pada pelaksanaan kali ini, lima perusahaan ikut ambil bagian dengan membuka total 71 lowongan untuk posisi operator, teknisi, admin staff, marketing, hingga foreman dan drafter. Kebutuhan tenaga kerja mencapai 461 orang, jumlah yang seimbang dengan antusiasme masyarakat yang datang.
“Program ReDINAKER menjadi salah satu upaya nyata Pemkab Gresik dalam menurunkan angka pengangguran dan memperluas peluang kerja bagi putra daerah. Kami terus berupaya agar perusahaan-perusahaan di wilayah ini lebih banyak menyerap pekerja lokal,” pungkas Afandi.
Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret terhadap pengangguran sekaligus memperkuat daya saing angkatan kerja di Kabupaten Gresik.
Redaksi Energi Juang News



