Jumat, Mei 29, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 82

Evolusi Gitar Listrik dan Pengaruhnya dalam Musik Dunia

Gibson
Gibson

Energi Juang News,Jakarta- Di panggung musik global, ada momen ketika sebuah alat musik tidak lagi sekadar alat, melainkan menjadi simbol identitas dan ekspresi budaya. Dari klub jazz kecil hingga konser stadion megah, suara gitar listrik telah membentuk emosi kolektif generasi muda—mengiringi perlawanan, cinta, hingga kebebasan berekspresi.

Di balik itu semua, terdapat satu nama yang konsisten hadir dalam lintasan sejarah musik modern: Gibson. Perjalanan panjangnya tidak hanya mencerminkan evolusi teknologi, tetapi juga perubahan selera dan budaya musik dunia.

Pada awal 1950-an, industri musik berada dalam fase transisi besar. Instrumen akustik mulai dianggap kurang mampu bersaing dengan kebutuhan panggung yang lebih besar dan suara yang lebih keras. Di saat yang sama, produsen seperti Fender telah lebih dulu memasuki pasar dengan model solid-body.

Di bawah kepemimpinan visioner Ted McCarty, Gibson mengambil langkah berani dengan merilis gitar listrik solid-body pertamanya pada tahun 1952. Langkah ini bukan hanya respons terhadap tren, tetapi juga awal dari revolusi suara dalam musik modern.

Kolaborasi antara Gibson dan Les Paul melahirkan salah satu gitar paling berpengaruh sepanjang masa: Gibson Les Paul. Model ini tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga membawa inovasi teknis yang revolusioner.

Beberapa fitur pentingnya meliputi:

  • Body solid untuk sustain panjang
  • Pickup humbucker, yang menurut Andy Febriyansah dirancang untuk mengatasi noise “humming” pada single-coil
  • Bridge Tune-o-Matic untuk stabilitas tuning

Karakter suara yang hangat, tebal, dan kaya menjadikan Les Paul favorit di berbagai genre, khususnya blues dan rock. Hingga kini, model ini tetap menjadi standar emas dalam dunia gitar listrik.

Memasuki dekade 1960-an dan 1970-an, Gibson memperluas lini produknya untuk menjawab kebutuhan musisi yang semakin beragam.

Model penting dari era ini antara lain:

  • SG (Solid Guitar) – diperkenalkan tahun 1961, ringan dan agresif
  • ES-335 – semi-hollow, cocok untuk jazz dan blues
  • Flying V & Explorer – desain futuristik yang awalnya kontroversial, namun kemudian menjadi ikon rock

Gitar-gitar ini tidak hanya menawarkan variasi suara, tetapi juga identitas visual yang kuat—sesuatu yang sangat penting dalam budaya musik populer.

Memasuki era 1980-an hingga sekarang, Gibson menghadapi tantangan besar: globalisasi industri musik, munculnya teknologi digital, dan persaingan yang semakin ketat.

Namun, mereka tetap bertahan dengan strategi utama:

  • Menjaga kualitas craftsmanship
  • Merilis edisi khusus dan reissue klasik
  • Beradaptasi dengan kebutuhan musisi modern

Model seperti Les Paul tetap menjadi pilihan utama, baik bagi profesional maupun pemain amatir. Ini menunjukkan bahwa warisan klasik masih relevan di tengah arus modernisasi.

Pengaruh Gibson tidak bisa dilepaskan dari para musisi besar yang menggunakannya. Nama-nama seperti:

  • Jimmy Page
  • Slash
  • Eric Clapton
  • B.B. King

telah membawa suara khas Gibson ke panggung dunia.

Mereka tidak hanya memainkan musik, tetapi juga membentuk arah genre seperti rock, blues, dan jazz. Dalam banyak kasus, suara gitar Gibson menjadi identitas utama dari karya-karya mereka.

Perjalanan Gibson adalah kisah tentang inovasi, keberanian, dan konsistensi dalam menjaga kualitas. Dari eksperimen awal di tahun 1950-an hingga dominasi di panggung global, Gibson telah membuktikan bahwa sebuah instrumen dapat memiliki dampak budaya yang luar biasa.

Bagi generasi muda yang sadar budaya, memahami perjalanan ini berarti memahami akar dari musik yang kita nikmati hari ini. Gibson bukan hanya bagian dari sejarah—ia adalah bagian dari identitas musik itu sendiri.

Redaksi Energi Juang News

Bareskrim Sita Emas 6 Kg dan Rp 1,4 Miliar

Bareskrim Sita Emas 6 Kg dan Rp 1,4 Miliar

Energi Juang News, Surabaya- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengamankan sejumlah barang bukti bernilai besar dari tiga perusahaan pemurnian emas di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan tanpa izin.

Penggeledahan di Surabaya dan Sidoarjo

Tim penyidik melakukan penggeledahan di Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (12/3). Lokasi yang disasar mencakup PT Simba Jaya Utama (SJU), PT Indah Golden Signature (IGS), dan PT Suka Jadi Logam (SJL).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak menyampaikan hasil penyitaan tersebut.

“Tim penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti berupa logam mulia emas seberat kurang lebih 6 kilogram berbagai ukuran, surat atau dokumen, bukti elektronik, uang tunai sejumlah Rp 1.454.000.000, serta barang bukti lain yang terkait dengan dugaan tindak pidana,” kata Ade kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).

Emas Masih Diteliti Laboratorium Forensik

Penyidik masih mendalami barang bukti yang telah diamankan. Emas yang disita kini sedang diperiksa untuk memastikan kadar dan berat pastinya.

Baca juga : Harga Emas Hari Ini Naik: Antam Tembus Rp 2,94 Juta

“Untuk emas yang disita masih dilakukan proses penaksiran terkait kadar dan beratnya oleh laboratorium forensik, dan untuk bukti elektronik masih dalam pendalaman secara saintifik oleh Laboratorium Forensik Polri,” ujarnya.

Jejak Tambang Ilegal 2019–2025

Kasus ini berawal dari dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang berlangsung dalam kurun waktu 2019 hingga 2025. Hasil tambang ilegal tersebut diduga masuk ke rantai perdagangan emas melalui perusahaan pemurnian dan eksportir.

Tambang ilegal tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kalimantan Barat dan Papua Barat. Sejumlah perkara terkait bahkan telah diputus pengadilan, seperti di Pengadilan Negeri Pontianak dan Manokwari.

Nilai Transaksi Capai Rp 25,8 Triliun

Analisis dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap angka transaksi yang mencengangkan. Selama periode 2019–2025, nilai jual beli emas dari tambang ilegal diperkirakan mencapai Rp 25,8 triliun.

Modus yang digunakan melibatkan transaksi pembelian emas ilegal, baik sebagian maupun seluruhnya, yang kemudian dialirkan ke perusahaan pemurnian dan eksportir.

Sitaan Sebelumnya dan Penetapan Tersangka

Sebelumnya, pada 19-20 Februari, penyidik juga melakukan penggeledahan di Nganjuk dan Surabaya. Dari operasi tersebut, sejumlah barang bukti berhasil diamankan, antara lain dokumen transaksi, emas dalam bentuk perhiasan dan batangan, serta uang tunai miliaran rupiah.

Dalam pengembangan perkara, penyidik telah menetapkan tiga tersangka, yakni dua pria berinisial TW dan BSW serta seorang perempuan berinisial DW.

Redaksi Energi Juang News

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Soroti Serangan

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Soroti Serangan

Energi Juang News, Beirut- Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kembali melaporkan jatuhnya korban dari Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon. Dua prajurit TNI yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan di wilayah selatan negara tersebut.

Kronologi Ledakan yang Menewaskan Prajurit

Insiden terjadi pada Senin (30/3/2026), ketika sebuah ledakan menghantam kendaraan yang ditumpangi para prajurit di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan. Ledakan itu belum diketahui asalnya.

“Ini adalah dua insiden terpisah dan kami sedang menyelidikinya sebagai dua insiden terpisah,” kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel dilansir kantor berita Reuters, Selasa (31/3/2026).

Pihak militer Israel mengaku telah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Mereka menyatakan tengah melakukan peninjauan untuk memastikan apakah insiden ini berkaitan dengan aktivitas Hizbullah atau operasi militer lain di kawasan tersebut.

PBB: Serangan ke Pasukan Perdamaian Tak Bisa Dibenarkan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Ia bahkan menyebut tindakan semacam ini berpotensi masuk kategori kejahatan perang.

“Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini – pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran,” kata kepala pasukan penjaga perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, kepada wartawan dalam sebuah pengarahan pada hari Senin.

Rangkaian Serangan Sebelumnya

Sebelumnya, satu prajurit TNI lebih dulu dilaporkan gugur pada Minggu (29/3/2026). Insiden terjadi akibat ledakan proyektil di sekitar posisi UNIFIL dekat desa Adchit al-Qusayr.

Serangan tersebut berkaitan dengan meningkatnya ketegangan antara militer Israel (IDF) dan Hizbullah di wilayah tersebut. Selain korban jiwa, tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga : Menarik TNI dari Lebanon: Menolak Jadi Tumbal Konflik yang Bukan Milik Kita

Korban berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti (JS), Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh. Prajurit yang gugur diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon.

Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL,” kata Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Narsullah, Senin (30/3/2026).

Indonesia Kecam dan Desak Investigasi

Pemerintah Indonesia merespons keras insiden ini. Kementerian Luar Negeri menegaskan perlunya penyelidikan yang transparan dan menyeluruh.

Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/3/2026).

Selain itu, pemerintah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menegaskan sikap terhadap serangan yang terjadi.

Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian,” tegas Kemlu.

Redaksi Energi Juang News

Eks Guru MTs Depok Sebar Brosur Seks Ternyata HIV Sejak 2014

Eks Guru MTs Depok Sebar Brosur Seks, HIV Sejak 2014

Energi Juang News, Depok- Seorang pria yang pernah mengajar di madrasah tsanawiah (MTs) di Depok, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah aksinya menyebarkan brosur jasa seksual di wilayah Tangerang Selatan viral di media sosial. Kasus ini memicu reaksi publik dan langsung ditindaklanjuti pihak berwenang.

Riwayat Kesehatan Pelaku Terungkap

Pihak sekolah mengungkap fakta lain terkait pelaku berinisial IK. Ia diduga telah mengidap HIV sejak lebih dari satu dekade lalu.

“Sesuai pengakuan IK dengan Pak Jarkasih, bahwa benar jika yang bersangkutan terjangkit HIV dari tahun 2014,” ujar Kepala MTs di Depok, Eka Fajriawati, lewat pesan singkat, Selasa (31/3/2026).

Eka menegaskan, tidak ada guru maupun siswa yang menjadi korban atau memiliki keterkaitan personal dengan pelaku selama berada di lingkungan sekolah.

“Tidak ada (guru dan murid yang jadi korban IK), dan menurut pengakuan yang bersangkutan juga tidak pendekatan sama sekali dengan murid di sekolah,” sambungnya.

Aksi Penyebaran Brosur Viral di Media Sosial

Kasus ini mencuat setelah beredarnya brosur yang menawarkan jasa seksual dengan tarif berbeda. Dalam selebaran tersebut, tercantum harga untuk pelajar Rp 20 ribu, mahasiswa Rp 50 ribu, dan dewasa Rp 100 ribu, lengkap dengan nomor kontak.

Baca juga : Viral Warga Depok Protes Bangunin Sahur Pakai Toa

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (26/3), sekitar pukul 19.30 WIB, di Jalan Batam RT 004 RW 008, Kelurahan Benda, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

Kapolsek Pamulang AKP Galih Febri Saputra menjelaskan, seorang warga awalnya dihampiri pelaku saat sedang membeli makanan.

Awalnya ada seseorang yang tidak dikenal tiba-tiba menghampiri warga tersebut sambil menawarkan dan memberikan sebuah lembaran yang tertuju mengenai berhubungan seks dengan sesama jenis,” jelas Galih dalam keterangannya, Senin (30/3).

Warga Sempat Amankan Pelaku

Setelah kejadian tersebut, warga merasa terganggu dan berupaya memancing pelaku kembali ke lokasi. Saat pelaku datang, warga langsung menegur dan memeriksa barang bawaannya.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan obat Telado. Pelaku kemudian dibawa ke rumah warga untuk dimintai keterangan.

“Si pelaku sempat dibawa ke rumah warga untuk dimintai keterangan dan dimediasi hingga dibuat video rekaman perjanjian agar si pelaku tidak berbuat aksi seperti itu di setiap wilayah mana pun,” jelasnya.

Sekolah Ambil Tindakan Tegas

Setelah identitas pelaku terungkap sebagai tenaga pengajar sekaligus operator di MTs, pihak sekolah langsung mengambil langkah tegas.

IK dipanggil untuk memberikan klarifikasi atas video yang beredar. Pihak sekolah menilai tindakan tersebut mencoreng nama baik institusi.

Kemudian, dari pihak sekolah langsung memanggil pelaku yang menjabat operator dan guru di MTs dan langsung disanksi PHK dengan Surat Keputusan Nomor 398/539/MTs.i/S/III/2026 Ditetapkan di Depok tanggal 27 Maret 2026,” paparnya.

Redaksi Energi Juang News

Sinyal Kenaikan BBM Menguat, Jenis Ini Terdampak

Sinyal Kenaikan BBM Menguat, Jenis Ini Terdampak

Energi Juang News, Jakarta- Pemerintah mulai memberi gambaran soal arah kebijakan harga energi di tengah tekanan global. Harga minyak dunia yang menembus US$ 115 per barel memicu spekulasi soal potensi penyesuaian harga bahan bakar dalam waktu dekat.

BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka kemungkinan adanya perubahan harga, terutama pada bahan bakar non-subsidi. Pernyataan itu ia sampaikan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Jepang, Senin kemarin.

Perubahan harga biasanya dilakukan pada awal bulan. Dengan demikian, perhatian publik kini tertuju pada 1 April sebagai momentum penyesuaian.

“Gini. Di Peraturan Menteri ESDM tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” ujar Bahlil, ditulis Selasa (31/3/2026).

BBM RON Tinggi Ikuti Mekanisme Pasar

Bahlil menjelaskan, BBM industri seperti bensin dengan RON tinggi—RON 95 dan RON 98—akan otomatis mengikuti pergerakan pasar. Artinya, kenaikan harga minyak dunia akan langsung berdampak pada jenis BBM tersebut.

“Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri. Apa itu definisi yang industri adalah bensin RON 95, RON 98 itu kan orang-orang yang mampu lah,” jelasnya.

Baca juga : Harga BBM Pertamina Tak Naik, Ini Daftar Harganya di Seluruh Provinsi

Ia menilai, pengguna BBM jenis ini berasal dari kalangan mampu. Karena itu, negara tidak perlu memberikan subsidi.

“Selama mereka mau jalan banyak selama ada uang untuk bayar monggo tugas negara menyiapkan, yang membayar mereka itu tidak ada tanggungan negara sama sekali,” tambahnya.

Harga BBM Subsidi Masih Ditahan

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap dijaga. Hingga kini, belum ada keputusan untuk menaikkan harga yang menyasar masyarakat luas.

“Oh di dalam negeri masih stabil. Insyaallah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil,” katanya.

Bahlil meminta masyarakat menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait kebijakan lanjutan.

“Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara,” tutupnya.

Proyeksi Kenaikan Harga April 2026

Lonjakan harga minyak global turut tercermin dalam proyeksi harga jual eceran BBM non-subsidi (JBU) untuk April 2026. Sejumlah indikator menunjukkan kenaikan signifikan.

Kurs rupiah melemah 0,34% dari Rp 16.819/USD menjadi Rp 16.877/USD. Sementara itu, harga gasoline RON 92 melonjak lebih dari 62%, dan gasoil naik hingga 90%.

Berikut perkiraan kenaikan harga:

  • Pertamax: naik Rp5.550/Lt menjadi Rp17.850/Lt
  • Pertamax Green 95: naik Rp6.250/Lt menjadi Rp19.150/Lt
  • Pertamax Turbo: naik Rp6.350/Lt menjadi Rp19.450/Lt
  • Pertamina Dex: naik Rp9.450/Lt menjadi Rp23.950/Lt
  • Dexlite: naik Rp9.450/Lt menjadi Rp23.650/Lt

Kenaikan ini mengikuti tren harga minyak dunia yang terdampak konflik global, termasuk gangguan pasokan di Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk menyesuaikan harga sekaligus menjaga stabilitas energi nasional.

Redaksi Energi Juang News

Menarik TNI dari Lebanon: Menolak Jadi Tumbal Konflik yang Bukan Milik Kita

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Kematian tiga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam dua hari terakhir bukan sekadar kabar duka. Ia adalah alarm keras bahwa keterlibatan Indonesia dalam konflik yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kepentingan nasional telah memasuki titik yang berbahaya.

Dua prajurit gugur akibat ledakan misterius di dekat Bani Hayyan, sementara satu lainnya, Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat proyektil di Adchit Al Qusayr.

Pertanyaannya sederhana namun mendasar: sampai kapan prajurit Indonesia harus menjadi korban dari perang yang tidak mereka miliki?

Landasan Konstitusional, Politik Luar Negeri Bebas Aktif, dan Batas Kepentingan Nasional

Secara normatif, partisipasi Indonesia dalam misi penjaga perdamaian dunia memiliki landasan kuat, baik dalam amanat konstitusi maupun prinsip politik luar negeri bebas aktif. Pembukaan UUD 1945 secara eksplisit menyebutkan komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Namun, seperti diingatkan oleh pemikir hubungan internasional Hans Morgenthau, kebijakan luar negeri pada akhirnya harus berpijak pada kepentingan nasional (national interest), bukan idealisme abstrak yang mengabaikan keselamatan warga negara sendiri.

Dalam perspektif realisme, keterlibatan dalam konflik internasional yang tidak memiliki relevansi strategis langsung justru berpotensi merugikan negara. Indonesia tidak memiliki kepentingan geopolitik vital di Lebanon, tidak terlibat dalam konflik Israel-Hizbullah, dan tidak memiliki kepentingan ekonomi yang signifikan di kawasan tersebut.

Baca juga : Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Soroti Serangan

Dengan demikian, risiko yang ditanggung—termasuk kehilangan nyawa prajurit—tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
Lebih jauh, teori “risk society” dari Ulrich Beck menegaskan bahwa dalam masyarakat modern, risiko yang diciptakan oleh keputusan politik seringkali bersifat global namun tidak merata dalam dampaknya.

Dalam konteks ini, prajurit TNI menjadi kelompok yang menanggung risiko paling nyata dari keputusan politik luar negeri, sementara manfaat simbolik—seperti citra internasional—tidak berbanding lurus dengan pengorbanan tersebut.

Risiko yang Ditanggung Prajurit di Medan Konflik dan Kritik atas Misi Penjaga Perdamaian

Argumen bahwa kehadiran TNI di UNIFIL merupakan kontribusi bagi perdamaian dunia patut dikaji ulang secara kritis. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa konflik di Lebanon Selatan terus berulang, dengan eskalasi yang sulit dikendalikan.

Dalam situasi seperti ini, pasukan penjaga perdamaian kerap berada dalam posisi liminal—tidak sepenuhnya mampu mencegah konflik, tetapi tetap menjadi sasaran dari kekerasan. Seperti dikemukakan oleh Johan Galtung, perdamaian tidak cukup dimaknai sebagai ketiadaan kekerasan (negative peace), tetapi harus mencakup keadilan struktural (positive peace). Tanpa itu, kehadiran pasukan penjaga perdamaian hanya menjadi “penyangga rapuh” di tengah konflik yang terus membara.

Dalam konteks ini, mempertahankan pasukan TNI di Lebanon berpotensi menjadikan mereka sebagai “tumbal permanen” dari konflik yang tidak memiliki prospek penyelesaian dalam waktu dekat. Negara tidak boleh menormalisasi kematian prajurit sebagai konsekuensi rutin dari misi internasional, apalagi ketika misi tersebut tidak memberikan manfaat strategis yang jelas.

Penarikan pasukan TNI dari UNIFIL bukan berarti Indonesia menarik diri dari peran globalnya. Sebaliknya, ini adalah bentuk penegasan ulang bahwa keterlibatan internasional harus dilakukan secara selektif, rasional, dan berbasis kepentingan nasional.

Indonesia masih dapat berkontribusi melalui diplomasi, bantuan kemanusiaan, atau peran mediasi yang lebih sesuai dengan kapasitas dan kepentingannya.
Negara memiliki kewajiban utama untuk melindungi segenap warga negaranya, termasuk prajurit yang dikirim ke medan konflik.

Ketika risiko yang dihadapi tidak lagi proporsional dengan tujuan yang ingin dicapai, maka keputusan yang paling rasional dan bermoral adalah menarik mereka kembali.

Jangan sampai prajurit TNI terus menjadi korban dari perang yang bahkan tidak kita pahami sepenuhnya, apalagi kendalikan. Perdamaian dunia adalah cita-cita mulia, tetapi tidak boleh dibayar dengan nyawa anak bangsa dalam konflik yang bukan milik kita.

Redaksi Energi Juang News

Gus Falah: Indonesia Tetap Kuat di Tengah Konflik Geopolitik Berkat Pancasila

Energi Juang News, Lamongan— Anggota MPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Lamongan, Selasa (31/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Gus Falah menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kokoh untuk menghadapi dinamika dan konflik geopolitik global saat ini.

Menurut Gus Falah, kekuatan utama bangsa Indonesia terletak pada konsensus nasional yang terangkum dalam Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Di tengah ketegangan geopolitik dunia yang semakin kompleks, Indonesia tetap mampu berdiri tegak karena memiliki nilai-nilai luhur dalam Pancasila serta landasan konstitusional yang kuat dalam UUD 1945,” ujar Gus Falah.

Pancasila dan UUD 1945 sebagai Fondasi Kekuatan Indonesia di Tengah Gejolak Global

Ia menjelaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi panduan dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keadilan sosial.

Sementara itu, UUD 1945 memberikan kerangka hukum yang memastikan stabilitas pemerintahan dan perlindungan hak-hak warga negara.

Baca juga : Gus Falah: Tahun Baru Imlek 2026 Momentum Perkuat Persatuan dalam Kebhinekaan

Dalam forum tersebut, Gus Falah juga mengajak masyarakat untuk terus menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti konflik antarnegara, krisis ekonomi, hingga disrupsi teknologi.

Menginternalisasi Empat Pilar Kebangsaan dalam Kehidupan Sehari-hari

“Kita tidak boleh terpecah oleh perbedaan. Justru keberagaman adalah kekuatan kita. Dengan berpegang pada Empat Pilar Kebangsaan, Indonesia akan tetap kuat, berdaulat, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, guna menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Redaksi Energi Juang News

Ditekuk Bulgaria, Bagaimana Ranking Tim Garuda?

Energi Juang News, Jakarta— Timnas Indonesia harus takluk 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026. Lalu bagaimana ranking Tim Garuda usai laga tersebut?

Indonesia melawan Bulgaria di final FIFA Series 2026. Pertandingan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Senin (30/3/2026) malam WIB.

Di laga itu, Indonesia harus takluk dengan skor 0-1. Penalti Marin Petkov di menit ke-38 menjadi satu-satunya gol yang dicetak Bulgaria untuk memenangkan pertandingannya.

Kekalahan itu bikin Indonesia sementara masih tertahan di peringkat 121 di ranking FIFA. Indonesia mengemas 1148.88.

Sementara Bulgaria naik ke posisi 86. Anak asuh Aleksandar Dimitrov kini mengemas 1278.90 poin.

Di FIFA Series 2026, Indonesia melakoni dua pertandingan. Sebelum melawan Bulgaria, Rizky Ridho dkk melawan Saint Kitts & Nevis, dan bisa menang 4-0.

FIFA Series menjadi semacam laga persahabatan rasa turnamen yang dibentuk FIFA. Momennya khusus digelar pada jeda internasional di bulan Maret dan April.

Bagi Timnas Indonesia, ini pertama kalinya mereka ikut dan langsung ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah FIFA Series 2026.

Redaksi Energi Juang News

Akibat Suami Loyo, Nyonya Minthul Booking 2 Lelaki Sekaliguss

Selingkuh Dua orang
Selingkuh Dua orang

Energi Juang News,Malang Dalam usia nyaris kepala 5, Ny. Minthul, 48, masih aktif dalam peranjangan. Sayangnya suami, Kemis, 60, sudah tak bisa mengimbangi, sehingga untuk mendongkrak nafsu, Minthul punya gebetan dua sekaligus. Mereka bergantian memuaskan libido Minthul, sampai kemudian ditangkap polisi Polda Jambi.

Untuk urusan nyapres, meski usia sudah kepala 7 seorang politisi masih pengin juga, karena 2 kali nyapres kalah melulu. Tapi dalam hal urusan perempuan, usia baru kepala enam banyak pria sudah nggak nyanggup lagi. Hasrat sebetulnya masih ada, hanya disayangkan itu barang sudah tak bisa diajak kompromi. Ibarat kayu basah buat masak, dimasukkan ke tungku mblebes saja….api tak mau nyala.

Begitulah kondisi Kemis, warga Jambi. Tampilannya sih masih meyakinkan, rambutnya yang mulai memutih selalu disemir warna hitam. Dia tak mau semiran warna pirang, nanti dikira nyaingi Bahar Smith. Ditambah pakai celana jins yang sobek dengkulnya, penampilan Kemis jadi 10 tahun lebih muda.

Tapi bagi istrinya, Ny. Minthul, semua itu nonsens belaka. Tongkrongan suami memang bolehlah, tapi ……tangkringannya sangat mengecewakan. Ibarat orang bertinju, dari 15 ronde yang harus diselesaikan, baru ronde kedua sudah KO. Andaikan saja sebuah kendaraan, pastilah Kemis sudah dibawa ke pasar untuk ditukar tambah dengan yang lebih josss……..

Bagaimana pun kondisinya, Kemis memang suaminya. Maka Minthul mencoba menyelesaikan dengan bijak. Bagaimana solusinya? Diam-diam dia cari gebedan baru lewat medsos, dan dapat dua sekaligus yang masih enerjik, yakni Petoy, 42, dan Sirin, 44. Belum terlalu tua, tapi juga bukan lagi muda, istilah yang tepat adalah: kemampo, karena untuk diajak begituan selalu hayo!

Untuk mencegah kecemburuan keduanya, sengaja Fredi dan Sirin tidak saling kenal. Waktu ketemu diatur dengan ketat. Ibarat dokter praktek bersama, Petoy boleh “nyuntik” khusus hari Senen dan Kamis, sedangkan Sirin hari Selasa dan Jumat. Sabtu dan Minggu libur, karena perbaikan  mesin. Menghadapi Nataru kemarin, Minthul menikmati libur panjang.

Tapi serapat-raparnya membungkus bangkai, tetap saja bakal ketahuan. Sekali waktu ada tetangga yang memergoki Minthul masuk ke sebuah hotel bersama lelaki lain. Temuan itu disampaikan “si mata elang” dilengkapi dengan foto. Bagaimana Kemis tak percaya?

Namun demikian Kemis tak mau gegabah. Dia tak langsung interpelasi pada istrinya, takutnya malah diajak makan malam. Tapi diam-diam dia membuntuti gerak dan langkah istrinya, sampai kemudian berhasil ditangkap basah ketika sedang kencan dengan Petoy. Saat digerebek keduanya baru pemanasan mesin. Keduanya langsung digelandang ke Polsek Lembah Mesurai untuk diinterogasi.

Dari pemeriksaan itu terungkap bahwa gebetan Minthul bukan hanya satu, tapi dua orang sekaligus. Maka Sirin pun juga ditangkap. Dalam pemeriksaan istri Kemis ini terus terang mengakui, sama suami sudah tidak nafsu lagi, karena goyangannya sudah tidak memukau lagi.

Bawa ke bengkel, periksa suspensinya apa suntikan? 

Redaksi Energi Juang News

PDI Perjuangan Sampaikan Duka Cita Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Energi Juang News, Jakarta-Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan seluruh keluarga besar PDI Perjuangan mengungkapkan duka cita yang mendalam atas gugurnya Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Praka Farizal Rhomadhon dalam menjalankan tugas negara sebagai pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon.

“Ibu Megawati Soekarnoputri telah memberi instruksi kepada seluruh jajaran PDI Perjuangan untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum, serta mengusulkan kepada negara untuk memberikan kenaikan pangkat anumerta, jaminan hari tua, dan masa depan pendidikan anaknya,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Basarah menyampaikan keluarga besar PDI Perjuangan juga akan bergotong royong membantu keluarga korban, termasuk pemberian santunan rumah atau beasiswa bagi anak Praka Farizal yang saat ini baru berusia dua tahun.

Instruksi Megawati dan Gotong Royong PDI Perjuangan untuk Keluarga Praka Farizal Rhomadhon

PDI Perjuangan menyampaikan penghormatan tertinggi-tingginya kepada prajurit TNI yang gugur dalam menjalankan tugas mulia penjaga misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan pada tanggal 29 Maret 2026. Secara tegas TNI menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia secara profesional dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia mengatakan prajurit TNI yang gugur adalah perisai dan perwujudan nyata dari manifestasi amanat Pembukaan UUD 1945 yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Selama hampir tujuh dekade, Kontingen Garuda telah menjadi mahkota diplomasi Indonesia di kancah dunia yang membuktikan bahwa bangsa ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi juga bersedia berkorban untuk mewujudkannya di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kontingen Garuda, Amanat Pembukaan UUD 1945, dan Komitmen Indonesia pada Misi Perdamaian PBB

PDI Perjuangan juga menyatakan mengutuk keras setiap tindakan dari pihak manapun yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan personel perdamaian PBB. Serangan terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap Resolusi DK PBB 1701 dan hukum humaniter internasional.

PDI Perjuangan juga mendukung penuh upaya UNIFIL dalam membuka investigasi independen dan mendesak agar hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik dan Dewan Keamanan PBB.
Partai berlogo banteng itu juga mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran kepemimpinan di antara negara-negara pengirim pasukan (Troop Contributing Countries) guna memperkuat rezim perlindungan personel perdamaian PBB, termasuk melalui kajian ulang Rules of Engagement yang lebih protektif.

Baca juga : Minta TNI Tak Ditarik dari Lebanon, JK Ingkari Akal Sehat dan Konstitusi

Basarah menyampaikan PDI Perjuangan juga mengajak seluruh kekuatan politik nasional untuk bersatu dan bekerja sama dalam menuntut keadilan bagi prajurit yang gugur serta memastikan keselamatan lebih dari 1.200 prajurit Indonesia yang masih bertugas di Lebanon.

“Semoga almarhum Praka Farizal Rhomadhon mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, husnul khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutur Basarah.

Redaksi Energi Juang News