Energi Juang News, Jakarta – Dari penampilannya yang menyerupai ular dan lidah biru menyala, banyak orang mungkin langsung waspada saat melihat kadal panana. Namun, di balik kesan menyeramkan itu, hewan bernama ilmiah Tiliqua gigas ini ternyata sangat jinak dan cocok dijadikan hewan peliharaan.
Di Lamongan, hobi memelihara kadal panana kini mulai digemari, salah satunya oleh Muhammad Fendy (27), warga Dusun Belangit, Desa Karanglangit. Di rumahnya, ia merawat beberapa hewan eksotis, termasuk kadal panana asal Sorong, Papua, yang dikenal juga sebagai kadal lidah biru.
Baca Juga : Rawat Kura-Kura Sulcata Tetap Sehat Meski Cuaca Lamongan Tak Menentu
“Panana termasuk reptil yang mudah dipelihara. Tidak terlalu tergantung sinar matahari dan jinak terhadap manusia,” ujar Fendy saat ditemui di kediamannya, Sabtu (12/7).
Kadal peliharaannya ditempatkan di kandang berukuran 80 x 50 cm, lengkap dengan alas kokopit (serbuk kelapa) untuk menyesuaikan habitat asli mereka yang suka bersembunyi. Fendy juga memelihara kura-kura sulcata dan iguana red albino.
Untuk menjaga kesehatannya, kadal panana perlu dijemur setiap tiga hari sekali selama sekitar 15 menit sambil direndam sebagian tubuhnya dalam air. Ini berguna untuk mencegah dehidrasi dan melancarkan sistem pencernaan.
Pakan kadal ini bisa berupa buah-buahan, serangga, dan sesekali daging ayam cincang atau mencit. “Saya beri makan seminggu sekali, sisanya cukup camilan seperti pisang dan jangkrik,” jelasnya.
Fendy juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan kandang, karena kotoran kadal panana bisa menimbulkan bau menyengat dan menjadi sumber infeksi jika dibiarkan.
“Buat pemula, yang penting itu kebersihan kandangnya dijaga. Itu kunci utama,” pesannya.
Dengan perawatan yang tepat, kadal panana bisa menjadi hewan peliharaan eksotis yang menarik dan bersahabat bagi siapa saja.
Redaksi Energi Juang News



