Jumat, Mei 29, 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 85

WFH ASN Bogor Tunggu Keputusan Pusat

WFH ASN Bogor Tunggu Keputusan Pusat

Energi Juang News, Bogor– Pemerintah Kota Bogor belum memastikan kebijakan kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara dalam satu hari kerja. Opsi ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat agar aturan berjalan seragam di seluruh daerah.

Pemkot Pilih Menunggu Arahan Pusat

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyatakan pihaknya belum akan menetapkan kebijakan sebelum ada kepastian dari pemerintah pusat. Langkah ini diambil agar tidak terjadi perbedaan aturan antarwilayah sekaligus mempermudah evaluasi, terutama terkait efisiensi energi.

“Untuk WFH nasional Pemkot sedang menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat agar ada keseragaman aturan dan memudahkan pengukuran dari sisi efisiensi energi,” kata Dedie kepada wartawan, Minggu (28/3/2026).

Wacana WFH Setiap Kamis Belum Final

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor sempat mempertimbangkan skema kerja dari rumah setiap hari Kamis. Rencana itu mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Namun, Dedie menegaskan keputusan tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Ia ingin memastikan kebijakan yang diambil tidak berubah-ubah.

Baca juga :

“Wacana Pemkot awalnya mengikuti WFH Provinsi yang menetapkan pelaksanaan di hari Kamis. Namun kami menunggu dulu agar tidak dua kali mengeluarkan kebijakan,” jelas Dedie.

Aturan Fleksibilitas Kerja Sudah Ada

Meski belum menetapkan satu hari khusus, Pemkot Bogor sebenarnya telah memiliki aturan terkait fleksibilitas kerja. ASN diperbolehkan bekerja dari rumah dengan persetujuan atasan.

Baca juga : Pembangunan yang Belum Merata: Wajah Infrastruktur Kabupaten Bogor Hari Ini

“Pemkot Bogor sudah punya Kepwal No. 800.1/2025 tentang fleksibilitas kerja yang memungkinkan ASN bekerja dari rumah dengan izin atasan,” pungkasnya.

Pemerintah Pusat Siapkan Kebijakan Nasional

Di tingkat nasional, pemerintah telah menyepakati penerapan satu hari kerja dari rumah sebagai bagian dari upaya efisiensi bahan bakar minyak (BBM), terutama dampak situasi geopolitik di Timur Tengah.

Pokoknya sudah ditetapkan pekan ini,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai menemani Presiden Prabowo Subianto menerima pengusaha Amerika Serikat (AS) Ray Dalio di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3).

Kabupaten Bogor Sudah Terapkan WFH Jumat

Berbeda dengan Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor telah lebih dulu menetapkan kebijakan kerja dari rumah. Aturan ini berlaku setiap hari Jumat bagi ASN.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 000.8.3/578-ORG tertanggal 27 Maret 2026.

Pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor pascalibur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H dapat dilaksanakan melalui skema work from home (WFH) setiap hari Jumat. Sedangkan pada hari kerja lainnya, pelaksanaan tugas dilakukan secara work from office (WFO),” bunyi salah satu poin dalam surat edaran Bupati Bogor, Jumat (27/3).

Redaksi Energi Juang News

Orang Rimba di Jambi: Diabaikan Negara, Digusur Korporasi

Oleh Hizkia Darmayana
(Pemimpin Redaksi Energi Juang News)

Di tengah gencarnya retorika pembangunan dan investasi, negara kerap lupa pada satu prinsip mendasar: bahwa pembangunan harus menjamin keberlanjutan hidup manusia—terutama mereka yang paling rentan.

Kasus Orang Rimba di Jambi adalah cermin telanjang dari kegagalan itu. Ketika hutan-hutan dikonversi menjadi konsesi korporasi, yang hilang bukan sekadar pepohonan, melainkan ruang hidup, identitas, dan masa depan sebuah komunitas adat.

Data yang dihimpun Mongabay menunjukkan bahwa sepanjang 1982–1999, Provinsi Jambi kehilangan lebih dari 2 juta hektar kawasan hutan. Dalam kurun 17 tahun itu, negara setidaknya empat kali menurunkan status kawasan hutan demi mengakomodasi izin-izin konsesi skala besar.

Hutan-hutan di sekitar Taman Nasional Bukit Duabelas—rumah utama Orang Rimba—dipetak-petak menjadi hutan tanaman industri, kawasan transmigrasi, dan perkebunan sawit. Ekspansi sawit memperparah situasi. Berdasarkan data BPS Jambi, luas perkebunan sawit yang pada 1990 hanya sekitar 200.000 hektar, melonjak drastis menjadi hampir 1,2 juta hektar pada 2023. Lonjakan ini menunjukkan bagaimana orientasi ekonomi ekstraktif dibiarkan menguasai ruang-ruang ekologis yang semestinya menjadi penopang kehidupan komunitas adat.

Ironisnya, pada saat ruang hidup menyusut, jumlah Orang Rimba justru bertambah. Data KKI Warsi mencatat populasi mereka sekitar 6.500 jiwa pada 2023. Sebagian besar masih bertahan di dalam kawasan TNBD, sementara lainnya tercerai-berai di hutan sekunder, perkebunan sawit, hingga pinggir jalan lintas Sumatera. Kondisi ini menciptakan kerentanan berlapis: kemiskinan, konflik sosial, hingga hilangnya identitas budaya.

Catatan antropolog Adi Prasetijo mempertegas situasi tersebut. Sepanjang 1997–2025, terjadi setidaknya 20 konflik sosial yang melibatkan Orang Rimba dengan masyarakat luar maupun perusahaan. Konflik ini bukan anomali, melainkan konsekuensi logis dari perampasan ruang hidup yang dilegalkan oleh kebijakan negara.

Dalam perspektif teoretis, situasi ini dapat dibaca melalui lensa accumulation by dispossession yang diperkenalkan David Harvey. Harvey menjelaskan bahwa kapitalisme modern terus memperluas dirinya dengan cara merampas ruang hidup komunitas lokal demi akumulasi modal.

Negara, dalam banyak kasus, berfungsi sebagai fasilitator—melalui regulasi, perizinan, dan bahkan aparat keamanan.
Selain itu, konsep environmental justice menegaskan bahwa kelompok masyarakat adat sering menjadi korban ketidakadilan ekologis. Mereka yang paling bergantung pada alam justru paling terdampak oleh kerusakan lingkungan.

Orang Rimba tidak hanya kehilangan hutan sebagai sumber pangan dan obat-obatan, tetapi juga kehilangan ruang spiritual dan sosial yang membentuk identitas mereka.

Konstitusi Indonesia sebenarnya telah memberikan landasan kuat. Pasal 18B UUD 1945 mengakui dan menghormati masyarakat adat beserta hak-hak tradisionalnya. Namun, pengakuan normatif ini kerap kalah oleh kepentingan ekonomi jangka pendek. Negara terlihat lebih responsif terhadap tekanan kapital daripada tanggung jawab konstitusionalnya.

Karena itu, sudah saatnya negara mengambil langkah tegas. Pertama, menghentikan penerbitan izin-izin konsesi baru di wilayah yang menjadi ruang hidup Orang Rimba. Kedua, mengevaluasi dan mencabut izin yang terbukti merampas wilayah adat. Ketiga, mempercepat pengakuan wilayah adat secara legal agar memiliki kekuatan hukum yang mengikat. Keempat, memastikan partisipasi penuh Orang Rimba dalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut hidup mereka.

Melindungi Orang Rimba bukan sekadar soal keberpihakan sosial, tetapi juga soal keberlanjutan ekologis. Hutan yang mereka jaga selama berabad-abad terbukti lebih lestari dibandingkan kawasan yang dikelola secara eksploitatif.

Dengan kata lain, melindungi mereka berarti juga melindungi masa depan lingkungan Indonesia. Negara tidak boleh tunduk pada kepentingan kapitalis dengan mengorbankan hak hidup warganya sendiri.

Jika pembangunan terus berjalan dengan mengusir yang lemah demi menguntungkan yang kuat, maka yang kita bangun bukanlah kemajuan, melainkan ketidakadilan yang dilembagakan.

Pada akhirnya, pertanyaan mendasarnya sederhana: apakah negara berdiri untuk melindungi seluruh rakyatnya, atau hanya menjadi perpanjangan tangan kepentingan modal?

Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan apakah Orang Rimba masih memiliki masa depan—atau hanya menjadi catatan kaki dalam sejarah panjang perampasan.

Redaksi Energi Juang News

Wisatawan Tewas Disambar Petir di Pantai Bambang

Wisatawan Tewas Disambar Petir di Pantai Bambang

Energi Juang News, Lumajang- Seorang wisatawan asal Lumajang kehilangan nyawa setelah tersambar petir saat berada di kawasan Pantai Bambang, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Insiden ini terjadi ketika cuaca berubah ekstrem dengan hujan lebat yang disertai kilatan petir.

Kronologi Kejadian di Tengah Cuaca Buruk

Peristiwa nahas itu berlangsung pada Sabtu (28/3/2026). Korban bernama Alvin saat itu sedang beraktivitas di tepi pantai ketika hujan deras tiba-tiba mengguyur kawasan tersebut.

Menurut keterangan warga sekitar, kondisi cuaca memang sudah tidak bersahabat sejak awal. Namun korban tetap berada di area pantai.

“Korban sedang mandi di pantai saat kondisi hujan deras disertai petir hingga korban akhirnya meninggal dunia,” ujar salah satu warga Taryo dilansir detikJatim, Minggu (29/3/2026).

Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan setelah kejadian. Korban kemudian dibawa ke RSUD Pasirian untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Korban dibawa ke RSUD Pasirian namun sudah dinyatakan meninggal dunia,” ujar petugas BPBD Kabupaten Lumajang, Tianto.

Jenazah Dipulangkan ke Rumah Duka

Setelah dinyatakan meninggal dunia, pihak keluarga langsung membawa jenazah korban ke rumah duka. Rencananya, korban akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di area terbuka seperti pantai.

Redaksi Energi Juang News

Fortuner Pemudik Terjun ke Irigasi OKU Timur

Fortuner Pemudik Terjun ke Irigasi OKU Timur

Energi Juang News, Oku- Sebuah mobil jenis Fortuner warna putih mengalami kecelakaan dengan terjun ke saluran irigasi di Desa Tanjung Bulan, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel). Kendaraan tersebut tengah dalam perjalanan kembali ke Kabupaten OKI usai bersilaturahmi Lebaran 2026 di Desa Srikaton.

Kronologi Kejadian

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres OKU Timur, AKP Panca Mega Surya, menjelaskan insiden itu terjadi pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Mobil yang dikemudikan Rudi Hartono (43), warga Desa Bumi Harjo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), membawa lima penumpang.

Saat melintas di sekitar Bendungan Komering, Desa Tanjung Bulan, kendaraan dari arah berlawanan muncul dan hendak berbelok di tikungan. Pengemudi langsung menghindar dengan membanting setir ke kiri. Manuver tersebut membuat mobil kehilangan kendali dan terjun ke saluran irigasi.

Seluruh Penumpang Selamat

“Beruntung sopir dan penumpang berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka serius,” kata Panca dilansir Antara, Minggu (29/3/2026).

Warga sekitar turut membantu proses evakuasi. Mobil kemudian diangkat dari dasar saluran menggunakan alat berat.

Imbauan Keselamatan dari Polisi

Petugas mengamankan kendaraan di gudang Unit Gakkum Satlantas Polres OKU Timur. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar lebih siap sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.

“Istirahat yang cukup, cek kendaraan, dan pantau informasi lalu lintas. Hubungi 110 jika membutuhkan bantuan selama perjalanan,” ujar dia.

Redaksi Energi Juang News

Gus Falah Ajak Masyarakat Wujudkan Semangat Idul Fitri dalam Pelaksanaan Nilai-Nilai Pancasila

Energi Juang News, Lamongan- Anggota MPR RI, Nasyirul Falah Amru atau yang akrab disapa Gus Falah, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Lamongan pada Sabtu (28/3).

Dalam pemaparannya, Gus Falah menekankan pentingnya mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di momentum Idul Fitri 2026 sebagai titik refleksi untuk memperkuat persatuan dan solidaritas sosial.

“Idul Fitri bukan hanya soal kembali ke fitrah secara personal, tetapi juga momentum memperkuat komitmen kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila seperti persatuan, kemanusiaan, dan musyawarah harus benar-benar hidup dalam praktik sosial kita,” ujar Gus Falah.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai dalam Pancasila merupakan sari pati dari kehidupan berbangsa yang harus terus dirawat. Dalam konteks kehidupan masyarakat, menurutnya, semangat gotong royong menjadi wujud nyata dari implementasi Pancasila.

Lebih lanjut, Gus Falah juga mengajak masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber konflik. Ia menegaskan bahwa musyawarah dan dialog harus terus dikedepankan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan, sekaligus mendorong implementasinya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, adil, dan berkeadaban.

Redaksi Energi Juang News

Kisah Galih dan Santapan Makhluk Tak Kasat Mata Warung Hantu di Ujung Desa

Warung Hantu
Warung Hantu

Energi Juang News, Purwakarta- Malam itu sunyi. Jalan desa hanya diterangi lampu-lampu kecil yang menggantung di depan rumah warga. Angin dingin dari arah sawah membuat suasana terasa semakin sepi.

Di rumah kontrakannya yang sederhana, Galih terbangun karena perutnya keroncongan.

Jam dinding menunjukkan pukul 12 lewat 40 menit.

“Ah… lapar banget,” gumamnya sambil mengusap wajah.

Biasanya warung di desa sudah tutup sejak jam sembilan malam. Namun karena rasa lapar yang tidak tertahankan, Galih tetap memutuskan keluar dengan motor.

Ia berputar-putar menyusuri jalan desa.

Beberapa menit berlalu.

Hampir saja ia menyerah ketika tiba-tiba melihat sebuah warung kecil dengan lampu remang-remang di pinggir jalan dekat batas desa.

“Asyik… masih ada yang buka,” katanya lega.

Saat masuk ke dalam warung, Galih melihat lima orang lain sedang makan dengan lahap.

Seorang ibu tua berdiri di belakang etalase makanan.

“Mas, mau makan apa?” tanya ibu itu dengan suara pelan.

Galih melihat menu sederhana di meja.

“Mi telur saja, Bu.”

Tak lama, sepiring mi telur panas disajikan.

Karena sangat lapar, Galih makan dengan cepat.

Bahkan setelah piring pertama habis, ia memesan lagi.

“Tambah satu lagi, Bu.”

Lalu satu lagi.

“Wah, Mas lapar sekali ya,” kata salah satu pengunjung sambil tertawa kecil.

“Iya, dari tadi muter desa nggak nemu warung,” jawab Galih.

Obrolan mereka kemudian mengalir santai.

Topik yang awalnya ringan tiba-tiba berubah menjadi pembicaraan aneh.

Salah satu pria di ujung meja berkata pelan.

“Kamu beruntung bisa menemukan warung ini.”

Galih mengangkat alis.

“Kenapa memangnya?”

Pria itu hanya tersenyum.

“Tidak semua orang bisa melihatnya.”

Beberapa pengunjung lain tertawa kecil.

Galih mengira mereka hanya bercanda.

Setelah selesai makan, Galih pamit pulang.

Namun kejadian aneh terjadi beberapa malam kemudian.

Ia keluar lagi mencari makanan.

Sudah tiga jam berkeliling hingga ke alun-alun kota, tetapi tidak menemukan sate atau martabak yang diinginkan.

Dengan lemas ia memutuskan pulang.

Namun di tengah jalan, tiba-tiba sesuatu melompat dari semak.

Seekor kera besar berbulu hitam berdiri di tengah jalan.

“Apaan itu?!” seru Galih.

Belum sempat berpikir panjang, kera itu langsung mengejarnya.

Galih memacu motornya hingga 110 km/jam.

Namun dari kaca spion ia melihat lebih banyak bayangan kera muncul dari hutan.

“Gila… ini kera dari mana?!”

Karena panik, ia hampir saja masuk ke jalan menuju hutan.

“Tunggu… ini bukan jalan utama!”

Dengan nekat ia memutar motor dan menerobos kembali ke arah desa.

Anehnya, setelah beberapa ratus meter, semua kera itu menghilang begitu saja.

Keesokan harinya Galih menceritakan kejadian itu kepada temannya.

Temannya langsung menghela napas.

“Kalau benar kera besar itu… kemungkinan itu hantu methek.”

Galih terdiam.

“Hantu apa?”

“Hantu yang mirip kera. Biasanya cuma jahil, bukan ingin mencelakai.”

Galih tertawa gugup.

“Serius?”

Temannya mengangguk.

“Serius. Apalagi kalau kamu lewat daerah batas desa malam-malam.”

Sejak saat itu, Galih mulai merasa ada sesuatu yang aneh di desa tersebut.

Beberapa minggu kemudian, Galih kembali bosan makan di rumah.

Ia memutuskan mencari warung lain.

Namun ketika bertanya pada warga, jawabannya membuatnya bingung.

“Warung makan di desa ini cuma satu,” kata seorang bapak.

“Warung Bu Ranti di dekat masjid.”

Galih mengernyit.

“Lho… yang di dekat batas desa?”

Bapak itu menggeleng.

“Tidak ada warung di sana.”

Galih merinding.

Suatu subuh, ketika Galih masih tertidur, pintu kamarnya diketuk keras.

Tok tok tok.

“Galih! Bangun!”

Ia membuka pintu dengan mata setengah tertutup.

Ternyata yang berdiri di depan adalah Pak Kyai desa.

“Cepat wudhu dan berdoa,” kata Pak Kyai tegas.

Galih bingung.

“Memangnya kenapa, Pak?”

Pak Kyai hanya menatapnya dalam.

“Nanti kamu akan tahu.”

Karena lelah, Galih kembali tidur.

Namun dalam tidurnya ia bermimpi sesuatu yang membuat tubuhnya gemetar.

Ia melihat warung yang pernah ia datangi.

Namun kali ini semua pengunjungnya bukan manusia.

Ada makhluk bertangan panjang menyentuh tanah.

Ada sosok berwajah manusia dengan taring melengkung sepanjang 30 cm.

Dan di sudut warung, beberapa kera hitam besar sedang makan dengan rakus.

Pagi itu Pak Kyai mengajak Galih menuju lokasi warung.

“Kalau kamu tidak percaya, lihat sendiri,” kata Pak Kyai.

Sesampainya di sana, Galih terkejut.

Warung yang dulu ia datangi tidak ada.

Hanya tanah kosong dan pohon besar.

Namun ketika Pak Kyai membaca doa-doa tertentu, sesuatu yang membuat darah Galih membeku terjadi.

Bayangan warung perlahan muncul.

Dan di dalamnya tampak makhluk-makhluk yang ia lihat dalam mimpi.

Galih mundur dengan tubuh gemetar.

“Itu… itu mereka…”

Pak Kyai berkata pelan.

“Itulah yang kamu lihat malam itu.”

Beberapa hari kemudian Pak Kyai mengajak Galih menyelidiki sesuatu.

Mereka mengikuti sebuah mobil mewah keluar dari rumah besar di pinggir kota.

Mobil itu berhenti di sebuah tempat terpencil.

Di sana terdapat banyak sangkar burung gagak.

Galih terkejut.

“Apa ini?”

Pak Kyai berkata pelan.

“Itu sumber daging warung itu.”

Dari kejauhan mereka melihat beberapa orang menyembelih gagak-gagak tersebut.

Lebih mengerikan lagi, kepala burung yang telah dipotong dikumpulkan.

Darahnya dituangkan ke tanah lalu dikubur di bawah pohon besar.

“Itu bagian dari ritual pesugihan,” bisik Pak Kyai.

Galih merinding.

“Jadi… ayam yang saya makan…”

Pak Kyai menatapnya serius.

“Itu bukan ayam.”

Sejak kejadian itu, Galih tidak pernah lagi keluar mencari makanan tengah malam.

Namun warga desa masih sering mendengar cerita aneh.

Beberapa orang mengaku melihat lampu warung remang-remang di batas desa saat malam tertentu.

Namun ketika didekati—

Warung itu selalu menghilang.

Seorang warga pernah berkata dengan suara pelan di warung kopi.

“Kalau kalian lapar tengah malam… jangan sembarang mampir warung.”

“Kenapa?”

Ia menatap ke arah jalan gelap di ujung desa.

“Karena tidak semua yang makan di sana… adalah manusia.”

Redaksi Energi Juang News

Krisis Perlindungan: Menakar Tanggung Jawab Perusahaan Jasa Transportasi

Krisis Perlindungan: Menakar Tanggung Jawab Perusahaan Jasa Transportasi

Esteria Tamba
(Aktivis, Penulis)

Keamanan ruang publik kembali menjadi sorotan tajam setelah mencuatnya kasus pelecehan seksual oleh oknum pengemudi taksi online terhadap penumpangnya di Jakarta. Peristiwa ini bukan sekadar insiden kriminal individual, melainkan alarm keras bagi ekosistem ekonomi gig dan penyedia jasa transportasi. Fakta bahwa korban harus berjuang fisik untuk menyelamatkan diri di tengah perjalanan dari Stasiun Gambir menuju hotel menegaskan bahwa “ruang kerja” pengemudi yang sekaligus menjadi “ruang layanan” bagi konsumen masih sangat rentan terhadap residu kekerasan.

Darurat Kekerasan di Balik Layanan Jasa

Data dari survei International Labour Organization (ILO) periode 2020-2022 memberikan landasan empiris yang mengkhawatirkan. Ditemukan bahwa 70,81% pekerja di Indonesia pernah menjadi korban kekerasan dan pelecehan di dunia kerja. Angka ini merefleksikan bahwa lingkungan profesional kita sedang berada dalam status darurat. Lebih spesifik lagi, 77,40% dari bentuk pelecehan tersebut bersifat psikologis, disusul oleh pelecehan seksual sebesar 50,48%.

Dalam konteks penyedia jasa seperti Grab atau layanan transportasi daring lainnya, kendaraan adalah unit ruang kerja. Ketimpangan relasi kuasa menjadi faktor krusial; pengemudi memiliki kontrol penuh atas kemudi dan rute, sementara penumpang berada dalam posisi subordinat secara ruang. Survei ILO mencatat bahwa 54,81% pelaku adalah atasan atau rekan kerja senior, namun dalam ekonomi gig, “otoritas” ini berpindah pada siapa yang memegang kendali atas fasilitas layanan.

Respons Korporasi dan Celah Regulasi

Langkah Grab yang melakukan pemutusan kemitraan serta memasukkan pelaku ke dalam daftar hitam (blacklist) patut diapresiasi sebagai tindakan reaktif yang tegas. Pendampingan psikologis dan tawaran pengamanan pribadi bagi korban merupakan standar pemulihan yang progresif. Namun, tindakan setelah kejadian (post-event) tidaklah cukup.

Masalah mendasar terletak pada preventivitas. Perusahaan penyedia jasa tidak boleh hanya berperan sebagai perantara teknologi, tetapi harus memikul tanggung jawab sebagai penjamin keamanan ruang kerja dan layanan. Regulasi yang ada harus bertransformasi dari sekadar “Kode Etik Mitra” menjadi sistem pengawasan berlapis yang terintegrasi.

Menuju Standar Keamanan Mutlak

Setiap ruang, baik fisik maupun digital, harus menjadi zona bebas pelecehan. Untuk mencapai hal ini, diperlukan desakan regulasi yang mencakup tiga aspek utama:

  1. Sistem Mitigasi Berbasis Teknologi: Pengembangan fitur real-time monitoring yang lebih sensitif terhadap penyimpangan rute atau suara mencurigakan di dalam kabin.
  2. Edukasi dan Sertifikasi Gender: Pelatihan mengenai batasan perilaku dan etika profesional harus menjadi prasyarat mutlak sebelum mitra mulai beroperasi, bukan sekadar formalitas pendaftaran.
  3. Transparansi Penegakan Hukum: Perusahaan harus memiliki protokol yang sinkron dengan aparat penegak hukum agar sanksi tidak berhenti di pemutusan kemitraan, tetapi berlanjut pada proses pidana untuk memberikan efek jera.

Pelecehan seksual berdampak sistemik; korban sering kali mengalami gangguan kesehatan mental, trauma mendalam, hingga keinginan untuk menarik diri dari dunia kerja atau aktivitas publik. Jika penyedia jasa gagal menciptakan ruang yang aman, maka mereka secara tidak langsung melanggengkan struktur kekerasan yang telah dipotret oleh data ILO. Sudah saatnya keselamatan manusia ditempatkan di atas efisiensi algoritma.

Redaksi Energi Juang News

Bapak Tiri Menaksir Anak Tiri, Pacarnya Malah Dieksekusi

Selingkuh Anak Tiri
Selingkuh Anak Tiri

Energi Juang News,Malang – Ternyata Karyo (38) predator seks berdarah dingin. Sudah menikahi emaknya, ngincer pula anak tirinya, Mimin (20). Makanya, Peno (26) yang jadi pacar anak tirinya menjadi ancaman. Dengan teganya mahasiswa calon dokter itu dieksekusi. Karyo  Mimin dan Peno, dari cinta segitiga jadi masuk lobang segi empat!

Survei membuktikan, banyak janda punya anak gadis, ketika menikah lagi malah anak bawaan itu dimakan ayah tirinya. Maka para janda yang hendak menikah lagi, harus lebih selektif bila sudah punya anak gadis. Jangan sampai ketemu lelaki predator seks, bisa-bisa anak Anda malah didobel sekalian.

Ny. Murniati (40) warga Klojen, Malang (Jatim) seperti itulah peruntungannya. Menikah lagi dengan perjaka tua Karyo, justru salah pilih total. Dikiranya bujangan lapok ini lelaki santun dan seiman, ternyata malah hanya mengedepankan “si imin”. Bagaimana tidak? Meski Karyo sudah menikahi ibunya, diam-diam juga naksir anak gadisnya, Mimin.

Mimin memang gadis cukup cantik, sehingga wajar saja banyak yang naksir. Tapi di saat yang sama, ayah tirinya si Karyo pengin juga. Alasannya, menikahi Murniati kan hanya jadi “generasi penerus”, sedangkan bilamana mendapatkan Mimin kan bisa “mbelah duren” dalam arti sebenarnya. Karyo lupa, jika tak menikah dengan Murniati dia akan terus membujang sehingga tiap malam selalu kedinginan. Mestinya dia harus berterima kMimin pada Ny. Murniati, karena sudah mendapatkan “obat anget”.

Lantaran Karyo ada minat, setiap ada cowok mencoba mendekati Mimin, dia selalu pasang kuda-kuda. Ada pemuda datang langsung dijawab saja Mimin tak di rumah. Kalau ada tamu cowok, Karyo selalu bermuka masam. Ada saja caranya agar tamunya tidak betah, dari banting pintu sampai nendang kucing, ngeooooong!

Adalah Peno, mahasiswa PTN di Malang, dia juga naksir Mimin dan rupanya dialah yang mampu menaklukkan hati Mimin, sehingga dia berhasil jadi pacarnya. Sering anak tirinya itu diajak jalan-jalan. Sebetulnya Karyo melarang, tapi gadisnya mau sih. Dia sudah mencoba kampanye hitam tentang Peno. “Jangan pilih suami dokter, tak bisa bebas ngomong sama dia nanti. Bayangkan, di depan rumahnya pasti ada plang: jam bicara 17:00 s/d 20:00. Hari Minggu dan hari besar tutup,” kata Karyo sok pintar.

Tapi segala ancaman ayah tirinya tak digubris, sehingga Peno-Mimin semakin lengket. Jelas ini ancaman serius bagi Karyo. Maka dia berusaha melenyapkan pesaing beratnya tersebut. Caranya, dia pura-pura numpang mobil Peno, entah tujuan ke mana. Tapi di jalan Karyo malah menginterogasi calon mantunya itu.HP  calon dokter itu juga diminta dan diperiksa isinya. Ternyata isinya banyak chat mesum.

“Baru pacaran sudah chating mesum melulu, jangan-jangan anakku…..!” kata Karyo terputus, karena Peno protes atas tuduhan tak berdasar itu. Keduanya pun lalu ribut di mobil yang diparkir di pinggir jalan. Tahu-tahu Peno dipithing, lalu mukanya ditekan bantal keras-keras sampai kesulitan bernapas dan pacar Mimin pun wasalam.

Dan sekarang Karyo hanya bisa menyesal, dan merasakan dinginnya tembok penjara bareng bareng tahanan lain.

Redaksi Energi Juang News

AS–Iran Bertemu Pekan Ini, Trump Dorong Damai

AS–Iran Bertemu Pekan Ini, Trump Dorong Damai

Energi Juang News, Washington DC- Utusan khusus Amerika Serikat untuk kawasan Timur Tengah, Steve Witkoff, mengungkapkan adanya peluang pertemuan antara Washington dan Teheran dalam waktu dekat. Agenda tersebut muncul setelah kedua pihak menjalin komunikasi tidak langsung selama beberapa pekan terakhir di tengah konflik yang terus berlangsung.

Sinyal Negosiasi Makin Terbuka

Pernyataan Witkoff, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Sabtu (28/3/2026), memperkuat laporan sebelumnya soal rencana pertemuan kedua negara. Ia menilai proses negosiasi sebenarnya sudah berjalan, meskipun sempat dibantah oleh sejumlah pihak dari Iran.

“Ada beberapa orang di Iran yang menyangkal adanya negosiasi, tetapi saya pikir semua orang di ruangan ini mengetahui bahwa kita sedang bernegosiasi. Itu jelas,” kata Witkoff saat berbicara dalam KTT Future Investment Initiative (FII), konferensi bisnis Arab Saudi yang digelar di Miami, Florida, AS, pada Jumat (27/3).

Ia juga menyebut adanya perkembangan positif di kawasan, termasuk sejumlah kapal yang mulai melintasi Selat Hormuz. Menurutnya, hal itu menjadi indikasi situasi perlahan membaik.

Proposal 15 Poin Jadi Kunci

Witkoff mengungkapkan bahwa pemerintah AS telah mengajukan proposal berisi 15 poin kepada Iran. Dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar penyelesaian konflik yang sedang berlangsung.

“Kami memiliki rencana 15 poin yang telah diajukan kepada Iran sejak beberapa waktu lalu. Kami berharap Iran akan merespons, dan itu bisa menyelesaikan semuanya,” ucapnya.

Baca juga : Ancaman Iran di Selat Hormuz, Kapal Akan Dihajar

Ia kembali menegaskan harapannya agar pertemuan dapat terealisasi dalam waktu dekat.

“Kami memperkirakan akan ada pertemuan pekan ini. Kami tentu berharap demikian,” kata Witkoff.

“Definisi saya tentang negosiasi yang sebenarnya adalah di sini, dan kami tidak akan pergi sampai kami selesai, dan telah telah menawarkannya,” imbuhnya.

Trump Ingin Damai, Tapi Tetap Tekan Iran

Dalam pernyataannya, Witkoff menyebut Presiden AS Donald Trump menginginkan tercapainya kesepakatan damai. Namun, pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan tekanan.

“Saya pikir Presiden menginginkan kesepakatan damai. Tetapi dia juga percaya pada perdamaian melalui kekuatan. Tanpa tekanan, Anda tidak akan pernah bisa mengajak siapa pun ke meja perundingan,” sebut Witkoff.

Konflik Memanas, Korban Terus Bertambah

Situasi di Timur Tengah semakin memanas sejak serangan gabungan dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Rentetan serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.340 orang di berbagai wilayah Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target di Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan balasan itu menyebabkan kerusakan dan korban luka. Sedikitnya 13 tentara AS dilaporkan tewas, sementara 290 lainnya mengalami luka-luka, termasuk 10 orang dengan kondisi serius.

Selat Hormuz Terdampak, Harga Minyak Naik

Konflik berkepanjangan turut memengaruhi Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia. Sejak awal Maret, aktivitas pelayaran di wilayah tersebut mengalami pembatasan signifikan.

Kondisi ini memicu gangguan rantai pasok global. Biaya pengiriman meningkat dan harga minyak dunia ikut terdorong naik.

Redaksi Energi Juang News

Pejabat Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Disorot KPK

Pejabat Pakai Mobil Dinas untuk Mudik Disorot KPK

Energi Juang News, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan penyalahgunaan fasilitas negara oleh sejumlah pejabat saat momentum Lebaran tahun ini. Informasi tersebut menunjukkan masih ada penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi di luar tugas resmi.

KPK Minta Evaluasi Menyeluruh

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan pihaknya telah menerima laporan terkait praktik tersebut. Ia meminta kepala daerah dan inspektorat segera melakukan evaluasi menyeluruh di masing-masing instansi.

“KPK menerima informasi masih adanya penyalahgunaan kendaraan dinas di sejumlah instansi untuk kepentingan pribadi dan di luar kedinasan. Untuk itu kami mengimbau agar kepala daerah dan inspektorat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyalahgunaan kendaraan dinas di lingkungannya,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (28/3/2026).

Langkah evaluasi dinilai penting untuk memastikan fasilitas negara tidak disalahgunakan, terutama dalam periode mudik Lebaran yang rawan pelanggaran.

Ancaman terhadap Integritas dan Kepercayaan Publik

Budi menekankan, penggunaan kendaraan dinas di luar kepentingan resmi berpotensi merusak integritas aparatur negara. Selain itu, tindakan tersebut juga dapat menggerus kepercayaan publik.

Evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan integritas Penyelenggara Negara (PN) maupun Aparatur Sipil Negara (ASN),” ucapnya.

Ia menjelaskan, kendaraan dinas baik berupa barang milik negara, daerah, maupun hasil sewa merupakan fasilitas jabatan. Penggunaannya dibatasi hanya untuk keperluan operasional kantor.

Celah Praktik Korupsi dari Hal yang Dianggap Sepele

Menurut Budi, pelanggaran yang terlihat kecil bisa menjadi pintu masuk praktik korupsi. Penyalahgunaan fasilitas negara mencerminkan adanya benturan kepentingan yang tidak boleh dianggap remeh.

“Praktik yang kerap dianggap sederhana, seperti penggunaan kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi, sejatinya mencerminkan benturan kepentingan dan dapat berdampak pada kerugian keuangan negara serta menurunkan kepercayaan publik,” ujar Budi.

Pengawasan Internal Harus Diperkuat

KPK mendorong inspektorat daerah untuk aktif melakukan audit dan pengawasan internal. Penelusuran penggunaan kendaraan dinas selama libur Lebaran perlu dilakukan secara serius.

Penguatan sistem pengawasan dinilai menjadi kunci untuk memastikan kepatuhan aparatur sekaligus mencegah pelanggaran serupa terulang di masa mendatang.

Redaksi Energi Juang News